Senin, 30 Juli 2012

Ibadah di bulan Ramadhan

|0 komentar
Ibadah di bulan Ramadhan
kebanyakan umat muslim sulit untuk mendengarkan ceramah, kebnyakan umat muslim pada keluar untuk bercerita dibandingkan mendengarkan ceramah dari ustad. padahal ceramah itu adalah sebuah motifasi bagi kita untuk belajar dari semua itu.
dan kita harus berdoa dan selalu memohon kepada "ALLAH AWT" karena hanta dialah yang bisa menolong kita. hanya dia dan hanya dialah yang bisa menolong kita.




Hikmah Di Bulan Suci Ramadhan dan Keajaiban Lailatul Qadar
“Berpuasa itu adalah perisai (tameng) dari api neraka, ibarat perisai salah satu kalian dalam peperangan (Hadist)". Jelaslah, begitu besar keutamaan bulan suci Ramadhan.

Datangnya bulan suci ini disambut gembira para malaikat dan umat Nabi Muhammad, hanya orang-orang munafik yang tidak merasa gembira. Betapa tidak, bulan suci Ramadhan adalah bulan yang sarat rahmat, maghfirah (ampunan) dan bulan pembebasan dari api neraka bagi yang mengharap rahmat Allah, dengan imanan wahtisaban (iman dan mengharapkan pahala Allah semata).

“...Bulan Ramadhan awalnya merupakan rahmat, pertengahannya adalah maghfirah (ampunan) dan di akhir bulan Ramadhan adalah pembebasan dari api neraka...”. (Hadist). Termasuk keutamaan bulan puasa bagi seorang hamba yang senatiasa beribadah dengan keimanan dan mengharap ridha Allah semata, dia akan menjadi hamba yang beruntung dan mendapat derajat yang sangat tinggi dimata Allah.

Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Adaylami, Rasulullah bersabda, maksud hadist: “Diamnya seorang yang sedang berpuasa merupakan tasbih, tidurnya adalah ibadah, Doanya mustajab dan amalan baiknya dilipatgandakan”.

Dalam Hadist yang diriwayatkan Thobroni dan Imam Baihaqy, Rasulullah bersabda, maksud hadist: “Ibadah puasa untuk Allah, tidak ada yang mengetahui pahala yang melakukannya kecuali Allah Azza wa Jalla”. Tentunya, untuk mencapai pahala khusus dalam ibadah puasa harus memenuhi beberapa syarat/adab guna menyempurnakan ibadah seorang hamba, sebagai berikut:

Pertama, niat berpuasa karena Allah, dengan disertai hati yang hadir.
Dua, menjaga perkara-perkara yang membatalkan ibadah puasa (mufthirot) seperti, masuknya makanan/minuman ke dalam perut dengan disengaja, berhubungan badan (seks) antara suami istri di saat menjalankan puasa.

Tiga, menjaga perkara-perkara yang membatalkan pahala puasa (muhbithot) seperti ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), berbohong, melihat wanita yang bukan mahramnya dengan sengaja disertai syahwat.

Yang lain, bersenang-senang bersama istri dengan syahwat, sumpah palsu, menjadi saksi palsu, takabur (sombong/angkuh), menjauhi makanan & minuman dari yang haram, menjauhi dari penghasilan haram, memutuskan hubungan silaturrahmi (permusuhan), berkata kotor dan keji.
Empat, bagi kaum Hawa hendaknya tidak sering keluar rumah dan apabila keluar dari rumah maka wajib menutup aurat sesuai cara syariat.

Keajaiban Lailatul Qadar
Sesungguhnya Lailatul Qadar diturunkan pada malam yang penuh barokah, rahmat dan ampunan, tidaklah seorang hamba yang taat senantiasa di malam itu memohon pada Allah, kecuali akan dikabulkan. Betapa ruginya seorang hamba bila melewatkan malam tersebut.

Maksud firman Allah itu adalah:
Satu, sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Quran) pada malam Lailatul Qadar.
Dua, dan tahukah engkau apakah Lailatul Qadar itu?
Tiga, Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.
Empat, malaikat dan ruh (Jibril) turun padanya dengan izin Tuhan-nya membawa segala perintah.
Lima, sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.

Ayat tersebut merupakan nash dari Quran yang menjelaskan, bahwa Lailatul Qadar adalah kejadian luar biasa yang turun di setiap bulan suci Ramadhan. Segala amal baik yang dilakukan pada malam itu dilipatgandakan pahalanya sehingga seakan-akan seorang hamba beramal selama 1000 bulan. Rasulullah, tidak memberi tahu kepastian terjadinya malam Lailatul Qadar, agar umat Islam senatiasa menghidupkan amalan sunah dan semangat beribadah selama bulan Ramadhan.

Akan tetapi ada beberapa riwayat Hadist sahih yang menjelaskan tanda-tanda turunnya malam Lailatul Qadar akan terjadi pada hitungan tanggal malam ganjil di antara 10 malam terakhir. Umat Nabi Muhammad, diberi kesempatan untuk meraihnya (Lailatul Qadar), di mana pada malam itu para Malaikat diturunkan ke langit bumi guna mengamini dan mencari siapa saja dari Umat Muhammad, yang memohon rahmat, ampunan dan derajat yang sangat tinggi (1000 bulan) dari Allah, hingga menjelang fajar. Hanya orang taat dan bijak yang akan selalu mencari keutamaan Lailatul Qadar dan meraihnya.

Dari Ubadah Ashomid ra, berkata :
“Rasulullah telah memberi kami kabar tentang Lailatul Qadar. Beliau bersabda: “Lailatul Qadar adalah 10 akhir di bulan Ramadhan, yaitu pada malam 21 atau malam 23 atau malam 25. Atau malam 27 atau malam 29 atau diakhir malam Ramadhan. Barang siapa menghidupkannya (shalat) dengan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang”.

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda :“Barang siapa menghidupkan (shalat) malam Lailatul Qadar dengan ibadah karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu (Muttafaqun Alaih)".

Prediksi Terjadinya Lailatul Qadar Versi Imam Qalyubi
Dengan melihat awal hari dari bulan Ramadhan. Jika awal Ramadhan hari Ahad atau Rabu, maka kemungkinan malam Lailatul Qadar pada malam 29. Jika awal Ramadhan hari Jum’at atau Selasa, maka kemungkinan Lailatul Qadar pada malam 27. Jika awal Ramadhan hari Kamis, kemungkinan malam Lailatul Qadar pada malam 25.

Dan jika awal Ramadhan hari Sabtu,maka kemungkinan malam Lailatul Qadar pada malam 23. Sedang jika awal Ramadhan jatuh pada hari Senin, maka kemungkinan malam Lailatul Qadar pada malam 21. Adapun tanda tanda malam Lailatul Qodar adalah udara pada malam itu tidak panas dan tidak dingin (sedang), keesokan harinya matahari tidak terlalu panas.

Walhasil, kunci utama untuk mendapatkan “Lailatul Qadar” adalah melawan hawa nafsu (setan) dengan menghindari segala macam bentuk kemaksiatan serta meperbanyak ibadah terutama shalat malam (qiyamul lail) selama bulan suci Ramadhan atau kita menjadi hamba yang kalah melawan hawa nafsu.

Termasuk kewajiban kita untuk menjaga dan meperingatkan keluarga kita dari hal hal yang merusak moralitas Islam dan bangsa seperti menonton tayangan-tayangan televisi yang tidak mendidik dan merusak moral/mental umat Islam Indonesia, khususnya pada anak-anak kita.

Tentunya, tayangan-tayangan itu jika ditonton akan menggugurkan pahala ibadah puasa kita. Terlebih lagi acara maksiat tersebut ditayangkan saat menjelang waktu sahur. Semestinya mereka wajib menghormati umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, sementara pemerintah kita (MUI) terkesan apatis menanggapi tayangan yang tak bermoral tersebut.
Ibadah di bulan Ramadhan
kebanyakan umat muslim sulit untuk mendengarkan ceramah, kebnyakan umat muslim pada keluar untuk bercerita dibandingkan mendengarkan ceramah dari ustad. padahal ceramah itu adalah sebuah motifasi bagi kita untuk belajar dari semua itu.
dan kita harus berdoa dan selalu memohon kepada "ALLAH AWT" karena hanta dialah yang bisa menolong kita. hanya dia dan hanya dialah yang bisa menolong kita.




Hikmah Di Bulan Suci Ramadhan dan Keajaiban Lailatul Qadar
“Berpuasa itu adalah perisai (tameng) dari api neraka, ibarat perisai salah satu kalian dalam peperangan (Hadist)". Jelaslah, begitu besar keutamaan bulan suci Ramadhan.

Datangnya bulan suci ini disambut gembira para malaikat dan umat Nabi Muhammad, hanya orang-orang munafik yang tidak merasa gembira. Betapa tidak, bulan suci Ramadhan adalah bulan yang sarat rahmat, maghfirah (ampunan) dan bulan pembebasan dari api neraka bagi yang mengharap rahmat Allah, dengan imanan wahtisaban (iman dan mengharapkan pahala Allah semata).

“...Bulan Ramadhan awalnya merupakan rahmat, pertengahannya adalah maghfirah (ampunan) dan di akhir bulan Ramadhan adalah pembebasan dari api neraka...”. (Hadist). Termasuk keutamaan bulan puasa bagi seorang hamba yang senatiasa beribadah dengan keimanan dan mengharap ridha Allah semata, dia akan menjadi hamba yang beruntung dan mendapat derajat yang sangat tinggi dimata Allah.

Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Adaylami, Rasulullah bersabda, maksud hadist: “Diamnya seorang yang sedang berpuasa merupakan tasbih, tidurnya adalah ibadah, Doanya mustajab dan amalan baiknya dilipatgandakan”.

Dalam Hadist yang diriwayatkan Thobroni dan Imam Baihaqy, Rasulullah bersabda, maksud hadist: “Ibadah puasa untuk Allah, tidak ada yang mengetahui pahala yang melakukannya kecuali Allah Azza wa Jalla”. Tentunya, untuk mencapai pahala khusus dalam ibadah puasa harus memenuhi beberapa syarat/adab guna menyempurnakan ibadah seorang hamba, sebagai berikut:

Pertama, niat berpuasa karena Allah, dengan disertai hati yang hadir.
Dua, menjaga perkara-perkara yang membatalkan ibadah puasa (mufthirot) seperti, masuknya makanan/minuman ke dalam perut dengan disengaja, berhubungan badan (seks) antara suami istri di saat menjalankan puasa.

Tiga, menjaga perkara-perkara yang membatalkan pahala puasa (muhbithot) seperti ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), berbohong, melihat wanita yang bukan mahramnya dengan sengaja disertai syahwat.

Yang lain, bersenang-senang bersama istri dengan syahwat, sumpah palsu, menjadi saksi palsu, takabur (sombong/angkuh), menjauhi makanan & minuman dari yang haram, menjauhi dari penghasilan haram, memutuskan hubungan silaturrahmi (permusuhan), berkata kotor dan keji.
Empat, bagi kaum Hawa hendaknya tidak sering keluar rumah dan apabila keluar dari rumah maka wajib menutup aurat sesuai cara syariat.

Keajaiban Lailatul Qadar
Sesungguhnya Lailatul Qadar diturunkan pada malam yang penuh barokah, rahmat dan ampunan, tidaklah seorang hamba yang taat senantiasa di malam itu memohon pada Allah, kecuali akan dikabulkan. Betapa ruginya seorang hamba bila melewatkan malam tersebut.

Maksud firman Allah itu adalah:
Satu, sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Quran) pada malam Lailatul Qadar.
Dua, dan tahukah engkau apakah Lailatul Qadar itu?
Tiga, Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.
Empat, malaikat dan ruh (Jibril) turun padanya dengan izin Tuhan-nya membawa segala perintah.
Lima, sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.

Ayat tersebut merupakan nash dari Quran yang menjelaskan, bahwa Lailatul Qadar adalah kejadian luar biasa yang turun di setiap bulan suci Ramadhan. Segala amal baik yang dilakukan pada malam itu dilipatgandakan pahalanya sehingga seakan-akan seorang hamba beramal selama 1000 bulan. Rasulullah, tidak memberi tahu kepastian terjadinya malam Lailatul Qadar, agar umat Islam senatiasa menghidupkan amalan sunah dan semangat beribadah selama bulan Ramadhan.

Akan tetapi ada beberapa riwayat Hadist sahih yang menjelaskan tanda-tanda turunnya malam Lailatul Qadar akan terjadi pada hitungan tanggal malam ganjil di antara 10 malam terakhir. Umat Nabi Muhammad, diberi kesempatan untuk meraihnya (Lailatul Qadar), di mana pada malam itu para Malaikat diturunkan ke langit bumi guna mengamini dan mencari siapa saja dari Umat Muhammad, yang memohon rahmat, ampunan dan derajat yang sangat tinggi (1000 bulan) dari Allah, hingga menjelang fajar. Hanya orang taat dan bijak yang akan selalu mencari keutamaan Lailatul Qadar dan meraihnya.

Dari Ubadah Ashomid ra, berkata :
“Rasulullah telah memberi kami kabar tentang Lailatul Qadar. Beliau bersabda: “Lailatul Qadar adalah 10 akhir di bulan Ramadhan, yaitu pada malam 21 atau malam 23 atau malam 25. Atau malam 27 atau malam 29 atau diakhir malam Ramadhan. Barang siapa menghidupkannya (shalat) dengan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang”.

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda :“Barang siapa menghidupkan (shalat) malam Lailatul Qadar dengan ibadah karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu (Muttafaqun Alaih)".

Prediksi Terjadinya Lailatul Qadar Versi Imam Qalyubi
Dengan melihat awal hari dari bulan Ramadhan. Jika awal Ramadhan hari Ahad atau Rabu, maka kemungkinan malam Lailatul Qadar pada malam 29. Jika awal Ramadhan hari Jum’at atau Selasa, maka kemungkinan Lailatul Qadar pada malam 27. Jika awal Ramadhan hari Kamis, kemungkinan malam Lailatul Qadar pada malam 25.

Dan jika awal Ramadhan hari Sabtu,maka kemungkinan malam Lailatul Qadar pada malam 23. Sedang jika awal Ramadhan jatuh pada hari Senin, maka kemungkinan malam Lailatul Qadar pada malam 21. Adapun tanda tanda malam Lailatul Qodar adalah udara pada malam itu tidak panas dan tidak dingin (sedang), keesokan harinya matahari tidak terlalu panas.

Walhasil, kunci utama untuk mendapatkan “Lailatul Qadar” adalah melawan hawa nafsu (setan) dengan menghindari segala macam bentuk kemaksiatan serta meperbanyak ibadah terutama shalat malam (qiyamul lail) selama bulan suci Ramadhan atau kita menjadi hamba yang kalah melawan hawa nafsu.

Termasuk kewajiban kita untuk menjaga dan meperingatkan keluarga kita dari hal hal yang merusak moralitas Islam dan bangsa seperti menonton tayangan-tayangan televisi yang tidak mendidik dan merusak moral/mental umat Islam Indonesia, khususnya pada anak-anak kita.

Tentunya, tayangan-tayangan itu jika ditonton akan menggugurkan pahala ibadah puasa kita. Terlebih lagi acara maksiat tersebut ditayangkan saat menjelang waktu sahur. Semestinya mereka wajib menghormati umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, sementara pemerintah kita (MUI) terkesan apatis menanggapi tayangan yang tak bermoral tersebut.

Minggu, 22 Juli 2012

Doa untuk niat shalat tarawih

|0 komentar
Doa untuk niat shalat tarawih
Setiap malam di bulan Ramadhan kaum muslim menjalankan ibadah shalat atau biasa disebut dengan shalat tarawih. Shalat ini biasa disebut qiyaamu Ramadhan. Hukum dari shalat tarawih adalah sunat mu’akkad, baik jika Anda kerjakan sendiri ataupun berjamaah. Namun akan lebih utama jika dikerjakan dengan berjamaah di masjid atau mushola. Dimana waktu pelaksanaannya adalah mulai setelah shalat Isya (sebelum shalat sunat witir} sampai terbit fajar shadiq (sebelum masuk waktu subuh).

Jumlah rakaatnya 20 rakaat (ditambah 3 rakaat sunat witir), namun ada pula yang mengerjakan hanya dengan 8 rakaat  (ditambah 3 rakaat sunat witir). Bahkan Imam Malik memilih shalat tarawih dengan 36 rakaat sama seperti yang dikerjakan oleh penduduk – penduduk Madinah. Tata cara pelaksanaan dari shalat tarawih adalah dengan 2 macam cara, yaitu:
-Setiap 2 Rakaat salam.
-Setiap 4 Rakaat salam (tanpa tasyahud awal).

Namun yang paling baik adalah setiap 2 rakaat salam, karena dalam hadits Rasulullah saw menyatakan bahwa shalat malam itu sebaiknya dikerjakan 2 rakaat 2 rakaat. Dimana setelah shalat tarawih selesai dilanjutkan dengan mengerjakan shalat sunat witir 3 rakaat. Untuk melaksanakan shalat sunat witir boleh dikerjakan 3 rakaat salam  dimana 3 rakaat sekaligus tanpa tasyahud awal atau pertama dikerjakan 2 rakaat, kemudian 1 rakaat juga boleh. Pada dasarnya cara pelaksanaan shalat tarawih sama dengan cara pelaksanaan shalat fardhu, baik gerakan maupun bacaannya. Yang berbeda hanya pada niatnya saja. Secara lengkap, doa niat salat tarawih 2 rakaat adalah:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا/إِمَامًا للهِ تَعَالَى

 ”Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini (ma’muman/imaaman) lillahi ta’aalaa.“
Artinya: ” Aku niat Salat Tarawih dua rakaat (menjadi makmum/ imam) karena Allah Ta’ala”



"Atau"

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى
“Usholli sunnatattarowihi rok’ataini lillahi ta’ala”


maka janganlah anda sampai meninggalkan niat untuk berpuasa, karena niat itu sangatlah penting agar kita terhindar dari masalah dan marabahaya.
Doa untuk niat shalat tarawih
Setiap malam di bulan Ramadhan kaum muslim menjalankan ibadah shalat atau biasa disebut dengan shalat tarawih. Shalat ini biasa disebut qiyaamu Ramadhan. Hukum dari shalat tarawih adalah sunat mu’akkad, baik jika Anda kerjakan sendiri ataupun berjamaah. Namun akan lebih utama jika dikerjakan dengan berjamaah di masjid atau mushola. Dimana waktu pelaksanaannya adalah mulai setelah shalat Isya (sebelum shalat sunat witir} sampai terbit fajar shadiq (sebelum masuk waktu subuh).

Jumlah rakaatnya 20 rakaat (ditambah 3 rakaat sunat witir), namun ada pula yang mengerjakan hanya dengan 8 rakaat  (ditambah 3 rakaat sunat witir). Bahkan Imam Malik memilih shalat tarawih dengan 36 rakaat sama seperti yang dikerjakan oleh penduduk – penduduk Madinah. Tata cara pelaksanaan dari shalat tarawih adalah dengan 2 macam cara, yaitu:
-Setiap 2 Rakaat salam.
-Setiap 4 Rakaat salam (tanpa tasyahud awal).

Namun yang paling baik adalah setiap 2 rakaat salam, karena dalam hadits Rasulullah saw menyatakan bahwa shalat malam itu sebaiknya dikerjakan 2 rakaat 2 rakaat. Dimana setelah shalat tarawih selesai dilanjutkan dengan mengerjakan shalat sunat witir 3 rakaat. Untuk melaksanakan shalat sunat witir boleh dikerjakan 3 rakaat salam  dimana 3 rakaat sekaligus tanpa tasyahud awal atau pertama dikerjakan 2 rakaat, kemudian 1 rakaat juga boleh. Pada dasarnya cara pelaksanaan shalat tarawih sama dengan cara pelaksanaan shalat fardhu, baik gerakan maupun bacaannya. Yang berbeda hanya pada niatnya saja. Secara lengkap, doa niat salat tarawih 2 rakaat adalah:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا/إِمَامًا للهِ تَعَالَى

 ”Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini (ma’muman/imaaman) lillahi ta’aalaa.“
Artinya: ” Aku niat Salat Tarawih dua rakaat (menjadi makmum/ imam) karena Allah Ta’ala”



"Atau"

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى
“Usholli sunnatattarowihi rok’ataini lillahi ta’ala”


maka janganlah anda sampai meninggalkan niat untuk berpuasa, karena niat itu sangatlah penting agar kita terhindar dari masalah dan marabahaya.

Sabtu, 21 Juli 2012

Manfaat dari puasa ramadhan

|0 komentar
Manfaat dari puasa ramadhan
Puasa memang kegiatan yang tidak hanya ada di bulan Ramadhan saja dan juga kebanyakan umat beragama memiliki kegiatan seputar puasa. Namun jika kita melihat Puasa dari sisi Sains ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Sebuah website kesehatan, ygoy menyebutkan beberapa manfaat puasa untuk tubuh kita. Berikut manfaat-manfaat yang bisa didapatkan oleh tubuh saat kita berpuasa.
Puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa seperti makan, minum, berhubungan badan dan perbuatan lainnya. Dan yang juga tak kalah pentingnya adalah di bulan puasa Ramadhan terdapat 1 malam dimana lebih baik dari seribu bulan yaitu malam Lailatul Qodar. Malam yang sangat dinantikan umat muslim karena apabila kita melakukan ibadah atau amal kebaikan di malam tersebut maka pahalanya lebih baik daripada kita melakukan ibadah/amal tersebut selama seribu bulan.  Puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa seperti makan, minum, berhubungan badan dan perbuatan lainnya. Dan yang juga tak kalah pentingnya adalah di bulan puasa Ramadhan terdapat 1 malam dimana lebih baik dari seribu bulan yaitu malam Lailatul Qodar. Malam yang sangat dinantikan umat muslim karena apabila kita melakukan ibadah atau amal kebaikan di malam tersebut maka pahalanya lebih baik daripada kita melakukan ibadah/amal tersebut selama seribu bulan.

1. Menurunkan Berat Badan 
Jika anda ingin menurunkan Berat Badan dengan Diet, Maka ganti Diet anda dengan Puasa, karna dengan berpuasa jadwal makan dan minum akan teratur dengan baik, juga tidak berlebihan dan tidak juga menyiksa tubuh anda. Tetapi Anda juga harus berhati-hati, Proses penurunan berat badan saat berpuasa sulit terjadi jika saat berbuka, Anda lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi gula dan kalori dibandingkan sayuran dan buah.
2. Menghilangkan Racun Dalam Tubuh
Kosongnya lambung saat anda berpuasa membantu detoksifikasi (pembuangan racun didalam tubuh) dan kemudian prosesnya dioptimalisasi pada saat berbuka puasa. Penyerapan nutrisi didalam tubuh juga lebih efektif, nutrisi yang didalam makanan terserap sempurna sehingga meminimalisir penumpukan makanan yang membusuk ditubuh.
3. Menghilangkan /Meredakan Nyeri Pada Persendian 
Siapa sangka, puasa juga bisa menjadi obat untuk meredakan penyakit yang satu ini. bagi orang yang menderita arthritis atau radang sendi. Sebuah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel netrofil dalam membasmi bakteri. Netrofil, atau sel penetral merupakan unsur yang mampu menetralkan racun maupun bakteri penyebab radang sendi.
4. Mengurangi Konsumsi Cairan yang Berlebihan 
Pengurangan konsumsi air selama puasa, bisa membantu mengatasi akumulasi cairan yang berlebihan pada tubuh. Proses ‘pengeringan’ ini akan mengatasi pembengkakan pada perut, kaki dan lutut yang sering dialami saat seseorang mengalami menstruasi.
5. Mengatasi Tekanan Darah Tinggi
Tak perlu berobat secara medis untuk mengatasi tekanan darah tinggi Saat berpuasa, otomatis kita akan lebih sedikit mengonsumsi makanan terutama yang mengandung lemak, gula dan kolesterol tinggi. Hal ini yang kemudian berdampak pada penurunan kolesterol dan gula darah. Jika disertai dengan diet makanan sehat saat sahur dan buka puasa, manfaatnya akan didapatkan dengan lebih optimal.
6. Puasa Sebagai Waktu Istirahat 
Dengan berpuasa maka Anda secara tidak langsung telah memberikan waktu bagi tubuh dan sestem pencernaan untuk beristirahat. dengan begitu beberapa organ pencernaan dalam tubuh seperti kerongkongan, usus, lambung bisa bekerja lebih baik saat Anda mulai mengkonsumsi makanan lagi ketika bebuka puasa


Hikmah Puasa Ramadhan
1. Meningkatkan ketaqwaan
Sebagaimana firman Allah dalam Alquran, “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183).
2. Meningkatkan rasa syukur atas segala nikmat Allah
Wahai orang-orang kaya, bersedekahlah kepada orang-orang fakir pada bulan Ramadhan mulia ini, memberilah seperti pemberian orang yang tidak takut miskin. Berdermalah dengan harta dan kebaikan kepada saudara-saudaramu yang membutuhkan, jadilah orang yang mensyukuri nikmat Allah. Rasulullah SAW telah bersabda: “Allah sungguh ridha pada hamba yang memakan makanan lalu memuji-Nya atas makan itu atau meminum minuman lalu memuji-Nya atas minuman itu” (HR. Muslim).
3. Orang yang berpuasa menyibukkan hatinya dengan pikir dan zikir.
Karena bila menuruti hawa nafsunya maka akan membuatnya lalai bahkan mengeraskan hati. Karena itu Rasulullah SAW mengarahkan untuk meringankan makan dan minum. Sabda Rasulullah : "Tidak ada wadah yang diisi penuh oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu suapan yang dapat menegakkan punggunya, jika dia tidak mampu, maka 1/3 untuk makanannya, 1/3 untuk minumnya dan 1/3 untuk nafasnya" (HR. Ibnu Majah
Manfaat dari puasa ramadhan
Puasa memang kegiatan yang tidak hanya ada di bulan Ramadhan saja dan juga kebanyakan umat beragama memiliki kegiatan seputar puasa. Namun jika kita melihat Puasa dari sisi Sains ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Sebuah website kesehatan, ygoy menyebutkan beberapa manfaat puasa untuk tubuh kita. Berikut manfaat-manfaat yang bisa didapatkan oleh tubuh saat kita berpuasa.
Puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa seperti makan, minum, berhubungan badan dan perbuatan lainnya. Dan yang juga tak kalah pentingnya adalah di bulan puasa Ramadhan terdapat 1 malam dimana lebih baik dari seribu bulan yaitu malam Lailatul Qodar. Malam yang sangat dinantikan umat muslim karena apabila kita melakukan ibadah atau amal kebaikan di malam tersebut maka pahalanya lebih baik daripada kita melakukan ibadah/amal tersebut selama seribu bulan.  Puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa seperti makan, minum, berhubungan badan dan perbuatan lainnya. Dan yang juga tak kalah pentingnya adalah di bulan puasa Ramadhan terdapat 1 malam dimana lebih baik dari seribu bulan yaitu malam Lailatul Qodar. Malam yang sangat dinantikan umat muslim karena apabila kita melakukan ibadah atau amal kebaikan di malam tersebut maka pahalanya lebih baik daripada kita melakukan ibadah/amal tersebut selama seribu bulan.

1. Menurunkan Berat Badan 
Jika anda ingin menurunkan Berat Badan dengan Diet, Maka ganti Diet anda dengan Puasa, karna dengan berpuasa jadwal makan dan minum akan teratur dengan baik, juga tidak berlebihan dan tidak juga menyiksa tubuh anda. Tetapi Anda juga harus berhati-hati, Proses penurunan berat badan saat berpuasa sulit terjadi jika saat berbuka, Anda lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi gula dan kalori dibandingkan sayuran dan buah.
2. Menghilangkan Racun Dalam Tubuh
Kosongnya lambung saat anda berpuasa membantu detoksifikasi (pembuangan racun didalam tubuh) dan kemudian prosesnya dioptimalisasi pada saat berbuka puasa. Penyerapan nutrisi didalam tubuh juga lebih efektif, nutrisi yang didalam makanan terserap sempurna sehingga meminimalisir penumpukan makanan yang membusuk ditubuh.
3. Menghilangkan /Meredakan Nyeri Pada Persendian 
Siapa sangka, puasa juga bisa menjadi obat untuk meredakan penyakit yang satu ini. bagi orang yang menderita arthritis atau radang sendi. Sebuah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel netrofil dalam membasmi bakteri. Netrofil, atau sel penetral merupakan unsur yang mampu menetralkan racun maupun bakteri penyebab radang sendi.
4. Mengurangi Konsumsi Cairan yang Berlebihan 
Pengurangan konsumsi air selama puasa, bisa membantu mengatasi akumulasi cairan yang berlebihan pada tubuh. Proses ‘pengeringan’ ini akan mengatasi pembengkakan pada perut, kaki dan lutut yang sering dialami saat seseorang mengalami menstruasi.
5. Mengatasi Tekanan Darah Tinggi
Tak perlu berobat secara medis untuk mengatasi tekanan darah tinggi Saat berpuasa, otomatis kita akan lebih sedikit mengonsumsi makanan terutama yang mengandung lemak, gula dan kolesterol tinggi. Hal ini yang kemudian berdampak pada penurunan kolesterol dan gula darah. Jika disertai dengan diet makanan sehat saat sahur dan buka puasa, manfaatnya akan didapatkan dengan lebih optimal.
6. Puasa Sebagai Waktu Istirahat 
Dengan berpuasa maka Anda secara tidak langsung telah memberikan waktu bagi tubuh dan sestem pencernaan untuk beristirahat. dengan begitu beberapa organ pencernaan dalam tubuh seperti kerongkongan, usus, lambung bisa bekerja lebih baik saat Anda mulai mengkonsumsi makanan lagi ketika bebuka puasa


Hikmah Puasa Ramadhan
1. Meningkatkan ketaqwaan
Sebagaimana firman Allah dalam Alquran, “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183).
2. Meningkatkan rasa syukur atas segala nikmat Allah
Wahai orang-orang kaya, bersedekahlah kepada orang-orang fakir pada bulan Ramadhan mulia ini, memberilah seperti pemberian orang yang tidak takut miskin. Berdermalah dengan harta dan kebaikan kepada saudara-saudaramu yang membutuhkan, jadilah orang yang mensyukuri nikmat Allah. Rasulullah SAW telah bersabda: “Allah sungguh ridha pada hamba yang memakan makanan lalu memuji-Nya atas makan itu atau meminum minuman lalu memuji-Nya atas minuman itu” (HR. Muslim).
3. Orang yang berpuasa menyibukkan hatinya dengan pikir dan zikir.
Karena bila menuruti hawa nafsunya maka akan membuatnya lalai bahkan mengeraskan hati. Karena itu Rasulullah SAW mengarahkan untuk meringankan makan dan minum. Sabda Rasulullah : "Tidak ada wadah yang diisi penuh oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu suapan yang dapat menegakkan punggunya, jika dia tidak mampu, maka 1/3 untuk makanannya, 1/3 untuk minumnya dan 1/3 untuk nafasnya" (HR. Ibnu Majah

Jumat, 13 Juli 2012

keajaiban puasa senin kamis

|0 komentar
keajaiban puasa senin kamis
Siapa sih yang tidak ingin awet muda, bebas penyakit, sekaligus selamat dunia akhirat ? Kalau kita ingin mendapatkan semua itu, cobalah berpuasa Senin-Kamis secara teratur.

Kebanyakan dari kita tentunya pernah mendengar puasa Senin Kamis sebagai puasa sunnah di dalam Islam. Namun, berapa yang benar-benar berusaha merutinkan puasa tersebut ?

Kalau hari itu kebetulan ada acara pengajian dan makan-makan, bukannya lebih enak makan-makan ketimbang puasa sunnah ? Kalau pagi itu kebetulan tidak sempat sahur, bukannya lebih nyaman absen puasa dulu ? Bagaimanapun, puasa Senin Kamis itu hanyalah ‘sunnah’ bukan ?

Tak banyak dari kita yang tahu benar hikmah puasa Senin Kamis dari segi spiritual, kesehatan dan keutamaannya di hadapan Allah. Karena itu, dalam rubrik tadzkirah IMSIS kali ini, ada baiknya kita mengupas hikmah puasa Senin Kamis supaya kita lebih semangat menjalaninya.

Alasan utama mengapa puasa Senin Kamis disunahkan dalam Islam ialah karena Rasulullah sering berpuasa di kedua hari tersebut.

Tapi, apa keutamaan Senin dan Kamis ?

Sehubungan dengan hal ini ada 2 hadis dari Rasulullah yg berkenaan dengan pemilihan hari Senin dan Kamis.

Yang pertama, dalam Hadist Riwayat Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah mengatakan bahwa semua amal dibentangkan di hari Senin dan Kamis. Karena itu, sebagai orang beriman, sungguhlah baik bila pada saat malaikat melaporkan amalan kita itu kita tengah berpuasa.

Yang kedua, hari Senin Kamis adalah hari istimewa karena pada hari itulah Rasulullah dilahirkan, menjadi rasul dan mendapat wahyu (HR Muslim).

Jadi terlihat disini bahwa hari Senin dan Kamis adalah hari istimewa dari sisi religius.

Dari sisi logika, bisa dilihat bahwa hari Senin dan Kamis membagi satu ‘minggu’ menjadi dua bagian yang hampir sama rata. Jadi  kentara sekali bahwa puasa Senin Kamis mempunyai fungsi maintenance atau pemeliharaan. Analoginya mungkin sama dengan pembagian waktu minum obat kala kita sakit. Tentu kita ingat, kala kita sakit, kita sering disuruh minum obat 2x sehari, yaitu 1x di pagi hari dan 1x di malam hari. Kalau dilihat, waktu2 dimana kita disuruh minum obat 2x tersebut membagi kurang lebih hari itu menjadi 3 bagian yang sama. Hal ini berlaku juga dengan Senin dan Kamis yang membagi satu minggu menjadi dua bagian.

Dengan berpuasa di hari Senin dan Kamis, secara tidak langsung kita melakukan maintenance untuk diri kita secara rutin baik dari segi spiritual maupun jasmani.

Lalu, apakah keutamaan puasa yang berkelanjutan seperti puasa Senin Kamis ini ?

Keutamaan yang pertama ialah karena puasa Senin Kamis melatih kita secara teratur untuk menghindarkan diri dari pekerjaan dosa. Kalau ada latihan efektif untuk ‘anger management’ atau latihan kesabaran, maka itulah puasa. Karena itu, cocoklah jika dikatakan bahwa puasa adalah zakat jiwa, dimana pada saat puasa, kita membuang perangai buruk. Sehingga sesudah puasa, emosi dan spiritual kita menjadi lebih bersih.

”Segala sesuatu itu ada zakatnya,sedang zakat jiwa itu adalah berpuasa. Dan puasa itu separo kesabaran”.(HR. Ibnu Majah).

Dengan menghilangnya perangai buruk kita, minimal seminggu dua kali, maka bisa juga dikatakan bahwa ”Puasa adalah benteng yg membentengi seseorang dari api neraka yg membara”.{HR.Ahmad dan Baihaqi}.

Keutamaan yang kedua ialah karena puasa Senin Kamis bisa meningkatkan amalan kita. Biasanya, seseorang yang kekenyangan dan keenakan cenderung malas beribadah. Puasa menjadikan kita lebih produktif dalam beribadah karena selain kita tidak lagi dalam posisi keenakan, orang yang berpuasa juga cenderung ingin beribadah ekstra.  Disamping itu, puasa bisa melembutkan hati. Ini karena dengan puasa, kita cenderung lebih berempati dengan orang-orang yang lebih tidak beruntung dibanding kita. Karena itu, puasa bisa menjadikan kita lebih dekat dengan Allah dan lebih bertakwa.

Tidaklah salah kalau dalam Quran disebutkan bahwa puasa diperintahkan pada kita dan orang2 sebelum kita supaya kita menjadi orang yang bertakwa (Al Baqarah 183).

Selain dari keuntungan dari segi emosional spiritual seperti yang dijelaskan diatas, puasa juga memiliki keutamaan dari segi kesehatan. Sudah bukan rahasia lagi bahwa saat ini sudah ada banyak riset yang menyimpulkan bahwa puasa yang teratur itu baik untuk kesehatan.

Manfaat kesehatan dari puasa yang paling populer adalah puasa bisa dibilang sebagai cara ampuh untuk membatasi kalori yang masuk ke tubuh kita. Dalam Islam dan bidang kedokteran, dianjurkan untuk tidak makan berlebihan, karena makanan yang berlebih dan tidak sehat bisa menimbulkan penyakit. Lihat saja masyarakat di negara makmur yang mana makanan berlimpah. Selain tingkat obesitas tinggi, masyarakat negara-negara tersebut banyak yang mengidap diabetes dan jantung yang notabene sering dijuluki sebagai penyakit orang kaya.  Dengan puasa Senin Kamis, paling tidak, dalam dua kali seminggu, kita membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita.

Manfaat lain dari puasa ditinjau dari segi kesehatan yang juga banyak dipopulerkan adalah fungsi pembersihan dan penyembuhan. Dengan istirahatnya sistem
pencernaan kita selama puasa, maka memungkinkan sistem2 lain di tubuh kita untuk bekerja dengan lebih baik, misalnya sistem imunitas. Inilah sebabnya mengapa orang yang sakit atau binatang yang terluka suka menolak makan. Andaikata kita tidak sedang sakit pun, polisi imunitas bekerja keras saat kita puasa. Jika polisi-polisi ini mendeteksi hal-hal yang kira-kira nanti bisa membuat kita sakit atau hal-hal abnormal, seperti tumbuhnya kista atau tumor, maka pada hari kita puasa, mereka bisa memberantasnya.

Sistem detoksifikasi tubuh juga bekerja lebih lancar jika kita tidak menerima asupan lagi. Disini, mungkin kita bisa membayangkan sistem pembersihan tubuh kita seperti pegawai yang kewalahan mengerjakan tugasnya kalau tugas datang bertubi2. Akibatnya, fungsi pembersihan tubuh tidak terkerjakan dengan maksimal dan sangat mungkin luput mengeliminasi beberapa zat-zat yang kurang baik untuk tubuh kita. Dengan berhentinya asupan, maka tugas dari sistem pembersihan tubuh kita menjadi lebih manageable sehingga kinerjanya menjadi lebih maksimal.

Sistem peremajaan juga bekerja dengan maksimal saat kita puasa karena Allah mendesain tubuh kita untuk mengeluarkan hormon yang erat kaitannya dengan anti-aging kala kita puasa. Karena itu tidaklah mengherankan jika pada suatu eksperimen ditemukan bahwa cacing yang berpuasa bisa hidup 19 generasi lebih lama dibanding cacing yang tidak berpuasa. Kalau ada obat anti aging yang ampuh, itulah puasa. Bisa jadi puasa Senin Kamis secara teratur nantinya menjadikan kita awet muda dan bebas penyakit di hari tua.

Lalu bagaimana dengan orang yang sering mengeluhkan tidak bisa bekerja karena kelaparan dan lemas pada saat puasa seperti yg terlihat jelas di Indonesia dimana kinerja orang menjadi turun saat puasa? Jika hal ini terjadi,  bisa jadi kelaparan itu terjadi karena kita tidak bekerja dengan baik atau kurang konsentrasi. Yang jelas, puasa tidak mempunyai pengaruh buruk terhadap otak dan daya pikir kita. Malahan, sudah ada penelitian yang membuktikan bahwa puasa malah meningkatkan daya pikir kita.

Masih banyak lagi manfaat kesehatan dari puasa,misalnya puasa bisa  menghindari atau mengurangi diabetes dan penyakit vascular seperti jantung. Yang jelas, kala Sang Pencipta kita mewajibkan kita puasa minimum setahun sekali selama Ramadhan , Dia tahu bahwa puasa itu baik bagi kita. Bayangkan dahsyatnya puasa kala kita bisa merutinkannya seminggu dua kali seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah.

Walaupun begitu, perlu diingat dan digarisbawahi bahwa semua amal tergantung niat. Jika niat puasa kita hanyalah dari segi kesehatan, maka itulah yang kita dapat. Namun kala niat puasa kita adalah dalam rangka meningkatkan kualitas spiritualitas kita dan mendekatkan diri pada Allah maka tidak hanya kita mendapat fisik yang prima, namun juga ridho Allah dan keselamatan dunia akhirat. Sebagai muslim, ridha Allah terletak di atas segala-galanya. Allah sangat menyukai orang yang berpuasa karena Allah, sehingga Allah menjanjikan gerbang khusus di surga bagi yang gemar berpuasa, yaitu Ar-Rayyan (H.R Muslim).

Maka dari itu, marilah kita galakkan dan rutinkan puasa-puasa sunnah seperti puasa Senin Kamis dalam rangka meraih ridha Allah dan salah satu cara untuk meraih jannahNya. Insya Allah dengan puasa yang rutin, kita tidak hanya mendapat balasan di akhirat nanti, tetapi kita juga mendapat keuntungan di dunia berupa kesehatan yang prima dan daya pikir yang jernih.
keajaiban puasa senin kamis
Siapa sih yang tidak ingin awet muda, bebas penyakit, sekaligus selamat dunia akhirat ? Kalau kita ingin mendapatkan semua itu, cobalah berpuasa Senin-Kamis secara teratur.

Kebanyakan dari kita tentunya pernah mendengar puasa Senin Kamis sebagai puasa sunnah di dalam Islam. Namun, berapa yang benar-benar berusaha merutinkan puasa tersebut ?

Kalau hari itu kebetulan ada acara pengajian dan makan-makan, bukannya lebih enak makan-makan ketimbang puasa sunnah ? Kalau pagi itu kebetulan tidak sempat sahur, bukannya lebih nyaman absen puasa dulu ? Bagaimanapun, puasa Senin Kamis itu hanyalah ‘sunnah’ bukan ?

Tak banyak dari kita yang tahu benar hikmah puasa Senin Kamis dari segi spiritual, kesehatan dan keutamaannya di hadapan Allah. Karena itu, dalam rubrik tadzkirah IMSIS kali ini, ada baiknya kita mengupas hikmah puasa Senin Kamis supaya kita lebih semangat menjalaninya.

Alasan utama mengapa puasa Senin Kamis disunahkan dalam Islam ialah karena Rasulullah sering berpuasa di kedua hari tersebut.

Tapi, apa keutamaan Senin dan Kamis ?

Sehubungan dengan hal ini ada 2 hadis dari Rasulullah yg berkenaan dengan pemilihan hari Senin dan Kamis.

Yang pertama, dalam Hadist Riwayat Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah mengatakan bahwa semua amal dibentangkan di hari Senin dan Kamis. Karena itu, sebagai orang beriman, sungguhlah baik bila pada saat malaikat melaporkan amalan kita itu kita tengah berpuasa.

Yang kedua, hari Senin Kamis adalah hari istimewa karena pada hari itulah Rasulullah dilahirkan, menjadi rasul dan mendapat wahyu (HR Muslim).

Jadi terlihat disini bahwa hari Senin dan Kamis adalah hari istimewa dari sisi religius.

Dari sisi logika, bisa dilihat bahwa hari Senin dan Kamis membagi satu ‘minggu’ menjadi dua bagian yang hampir sama rata. Jadi  kentara sekali bahwa puasa Senin Kamis mempunyai fungsi maintenance atau pemeliharaan. Analoginya mungkin sama dengan pembagian waktu minum obat kala kita sakit. Tentu kita ingat, kala kita sakit, kita sering disuruh minum obat 2x sehari, yaitu 1x di pagi hari dan 1x di malam hari. Kalau dilihat, waktu2 dimana kita disuruh minum obat 2x tersebut membagi kurang lebih hari itu menjadi 3 bagian yang sama. Hal ini berlaku juga dengan Senin dan Kamis yang membagi satu minggu menjadi dua bagian.

Dengan berpuasa di hari Senin dan Kamis, secara tidak langsung kita melakukan maintenance untuk diri kita secara rutin baik dari segi spiritual maupun jasmani.

Lalu, apakah keutamaan puasa yang berkelanjutan seperti puasa Senin Kamis ini ?

Keutamaan yang pertama ialah karena puasa Senin Kamis melatih kita secara teratur untuk menghindarkan diri dari pekerjaan dosa. Kalau ada latihan efektif untuk ‘anger management’ atau latihan kesabaran, maka itulah puasa. Karena itu, cocoklah jika dikatakan bahwa puasa adalah zakat jiwa, dimana pada saat puasa, kita membuang perangai buruk. Sehingga sesudah puasa, emosi dan spiritual kita menjadi lebih bersih.

”Segala sesuatu itu ada zakatnya,sedang zakat jiwa itu adalah berpuasa. Dan puasa itu separo kesabaran”.(HR. Ibnu Majah).

Dengan menghilangnya perangai buruk kita, minimal seminggu dua kali, maka bisa juga dikatakan bahwa ”Puasa adalah benteng yg membentengi seseorang dari api neraka yg membara”.{HR.Ahmad dan Baihaqi}.

Keutamaan yang kedua ialah karena puasa Senin Kamis bisa meningkatkan amalan kita. Biasanya, seseorang yang kekenyangan dan keenakan cenderung malas beribadah. Puasa menjadikan kita lebih produktif dalam beribadah karena selain kita tidak lagi dalam posisi keenakan, orang yang berpuasa juga cenderung ingin beribadah ekstra.  Disamping itu, puasa bisa melembutkan hati. Ini karena dengan puasa, kita cenderung lebih berempati dengan orang-orang yang lebih tidak beruntung dibanding kita. Karena itu, puasa bisa menjadikan kita lebih dekat dengan Allah dan lebih bertakwa.

Tidaklah salah kalau dalam Quran disebutkan bahwa puasa diperintahkan pada kita dan orang2 sebelum kita supaya kita menjadi orang yang bertakwa (Al Baqarah 183).

Selain dari keuntungan dari segi emosional spiritual seperti yang dijelaskan diatas, puasa juga memiliki keutamaan dari segi kesehatan. Sudah bukan rahasia lagi bahwa saat ini sudah ada banyak riset yang menyimpulkan bahwa puasa yang teratur itu baik untuk kesehatan.

Manfaat kesehatan dari puasa yang paling populer adalah puasa bisa dibilang sebagai cara ampuh untuk membatasi kalori yang masuk ke tubuh kita. Dalam Islam dan bidang kedokteran, dianjurkan untuk tidak makan berlebihan, karena makanan yang berlebih dan tidak sehat bisa menimbulkan penyakit. Lihat saja masyarakat di negara makmur yang mana makanan berlimpah. Selain tingkat obesitas tinggi, masyarakat negara-negara tersebut banyak yang mengidap diabetes dan jantung yang notabene sering dijuluki sebagai penyakit orang kaya.  Dengan puasa Senin Kamis, paling tidak, dalam dua kali seminggu, kita membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita.

Manfaat lain dari puasa ditinjau dari segi kesehatan yang juga banyak dipopulerkan adalah fungsi pembersihan dan penyembuhan. Dengan istirahatnya sistem
pencernaan kita selama puasa, maka memungkinkan sistem2 lain di tubuh kita untuk bekerja dengan lebih baik, misalnya sistem imunitas. Inilah sebabnya mengapa orang yang sakit atau binatang yang terluka suka menolak makan. Andaikata kita tidak sedang sakit pun, polisi imunitas bekerja keras saat kita puasa. Jika polisi-polisi ini mendeteksi hal-hal yang kira-kira nanti bisa membuat kita sakit atau hal-hal abnormal, seperti tumbuhnya kista atau tumor, maka pada hari kita puasa, mereka bisa memberantasnya.

Sistem detoksifikasi tubuh juga bekerja lebih lancar jika kita tidak menerima asupan lagi. Disini, mungkin kita bisa membayangkan sistem pembersihan tubuh kita seperti pegawai yang kewalahan mengerjakan tugasnya kalau tugas datang bertubi2. Akibatnya, fungsi pembersihan tubuh tidak terkerjakan dengan maksimal dan sangat mungkin luput mengeliminasi beberapa zat-zat yang kurang baik untuk tubuh kita. Dengan berhentinya asupan, maka tugas dari sistem pembersihan tubuh kita menjadi lebih manageable sehingga kinerjanya menjadi lebih maksimal.

Sistem peremajaan juga bekerja dengan maksimal saat kita puasa karena Allah mendesain tubuh kita untuk mengeluarkan hormon yang erat kaitannya dengan anti-aging kala kita puasa. Karena itu tidaklah mengherankan jika pada suatu eksperimen ditemukan bahwa cacing yang berpuasa bisa hidup 19 generasi lebih lama dibanding cacing yang tidak berpuasa. Kalau ada obat anti aging yang ampuh, itulah puasa. Bisa jadi puasa Senin Kamis secara teratur nantinya menjadikan kita awet muda dan bebas penyakit di hari tua.

Lalu bagaimana dengan orang yang sering mengeluhkan tidak bisa bekerja karena kelaparan dan lemas pada saat puasa seperti yg terlihat jelas di Indonesia dimana kinerja orang menjadi turun saat puasa? Jika hal ini terjadi,  bisa jadi kelaparan itu terjadi karena kita tidak bekerja dengan baik atau kurang konsentrasi. Yang jelas, puasa tidak mempunyai pengaruh buruk terhadap otak dan daya pikir kita. Malahan, sudah ada penelitian yang membuktikan bahwa puasa malah meningkatkan daya pikir kita.

Masih banyak lagi manfaat kesehatan dari puasa,misalnya puasa bisa  menghindari atau mengurangi diabetes dan penyakit vascular seperti jantung. Yang jelas, kala Sang Pencipta kita mewajibkan kita puasa minimum setahun sekali selama Ramadhan , Dia tahu bahwa puasa itu baik bagi kita. Bayangkan dahsyatnya puasa kala kita bisa merutinkannya seminggu dua kali seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah.

Walaupun begitu, perlu diingat dan digarisbawahi bahwa semua amal tergantung niat. Jika niat puasa kita hanyalah dari segi kesehatan, maka itulah yang kita dapat. Namun kala niat puasa kita adalah dalam rangka meningkatkan kualitas spiritualitas kita dan mendekatkan diri pada Allah maka tidak hanya kita mendapat fisik yang prima, namun juga ridho Allah dan keselamatan dunia akhirat. Sebagai muslim, ridha Allah terletak di atas segala-galanya. Allah sangat menyukai orang yang berpuasa karena Allah, sehingga Allah menjanjikan gerbang khusus di surga bagi yang gemar berpuasa, yaitu Ar-Rayyan (H.R Muslim).

Maka dari itu, marilah kita galakkan dan rutinkan puasa-puasa sunnah seperti puasa Senin Kamis dalam rangka meraih ridha Allah dan salah satu cara untuk meraih jannahNya. Insya Allah dengan puasa yang rutin, kita tidak hanya mendapat balasan di akhirat nanti, tetapi kita juga mendapat keuntungan di dunia berupa kesehatan yang prima dan daya pikir yang jernih.

Rabu, 11 Juli 2012

Awal Dakwah Rasulullah SAW

|0 komentar

Awal Dakwah Rasulullah SAW
Keyakinan Nabi Muhammad saw mengenai pengutusannya sebagai Rasul Allah menguat ketika beliau bertemu Waraqah saat hendak mengelilingi Ka’bah.
Waraqah meyakinkannya,
“Demi Dia yang memegang hidupku, engkau adalah Nabi atas umat ini. Engkau telah menerima namuz besar seperti yang telah diberikan pada Musa as. Engkau pasti akan didustakan, disiksa, diusir, dan diperangi. Kalau sampai waktu itu aku masih hidup, pasti aku akan membela yang di pihak Allah.”

Maka dimulailah proses panjang dakwah Rasulullah saw menyeru bangsa Arab pada Islam. Dari 23 tahun masa kerasulan Nabi Muhammad saw, 13 tahun diantaranya beliau habiskan di kota kelahiran beliau, Makkah. Sedangkan selama 10 tahun sisanya, beliau berdakwah di Madinah al-Munawwaroh.

Menurut sejarawan Muslim Arab,Ibn Ishaaq (wafat antara 150-159 H/761-770 M), selama tiga tahun pertama Rasulullah saw berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Beliau menyeru orang-orang yang beliau yakini dapat merahasiakan pesan yang dibawanya.
Di antara mereka yang masuk Islam pada periode ini adalah Khadijah, Waraqah, Alibin Abi Thalib, Abu Bakr, Zaid bin Haritsah, Sa’ad bin Abi Waqas, Utsman bin ‘Affan, Zubair bin Awwam, Abd al-Rahman bin ‘Auf, Abdullah binMas’ud, dan beberapa orang budak (termasuk Bilal bin Rabah).

Syeikh Tawfique Chowdhury menjelaskan dalam Mercy to the World, Seerah: Makkan Period , pendapat populer yang menyebut bahwa mayoritas pemeluk Islam pada periode ini berasal dari kalangan budak dan fakir miskin tidaklah benar.
“Dari 67 Muslim pertama, hanya 13 diantaranya yang berasal dari golongan miskin, non-Arab,dan budak yang dibebaskan,” ujarnya.

Setelah tiga tahun, melalui sebuah wahyu, Allah memerintahkan Rasulullah saw untuk menyampaikan dakwah secara terbuka. Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat (QS. Asy-Syu’araa’: 214).
Rasulullah saw lalu mengumpulkan 30 orang kerabatnya di rumah beliau dan menyeru mereka pada Islam.

Di sebuah kesempatan yang lain,Rasulullah berdiri di atas sebuahbukit kecil bernama Safa dan mengumpulkan orang-orang Quraisy di Makkah. Setelah mereka berkumpul, dari atas bukit yang terletak berdekatan dengan lokasi Ka’bah itu, Rasulullah berkata, “Jika aku mengatakan kepada kalian bahwa sejumlah besar tentara sedang bersembunyi di balik gunung itu dan siap untuk menyerang kalian, apakah kalianakan percaya?”

Mereka menjawab, “Tentu saja, karena kami mempercayaimu. Kami tahu engkau selalu mengatakan yang benar.”

Lalu Rasulullah saw berkata, “Tuhan telah memerintahku untuk mengingatkan kalian, orang-orangku, bahwa kalian harus menyembah satu Tuhan. Jika kalian tidak melakukannya, kalian akan mengundang amarah-Nya. Dan aku tidak akan mampu berbuat apapun untuk menolongku, meskipun kalian adalah orang-orang dari kaumku sendiri.”

Seruan terbuka tersebut segera memicu respon para pemimpin Quraisy. Penentangan mereka terhadap ajaran yang dibawa Rasulullah saw berlangsung hingga bertahun-tahun setelahnya.
Syeikh Tawfique mengatakan, alasan utama pemimpin Quraisy menentang Rasulullah saw dan menghalang-halangi dakwah Islam adalah faktor ekonomi.

Syeikh Tawfique menjelaskan, pada masa tersebut Makkah telah menjadi pusat peribadatan. Hal itu dikarenakan Ka’bah menjadi tempat bagi berhala-berhala milik berbagai suku dan kaum. Para pemimpin Quraisy khawatir suku-suku dankaum-kaum tersebut berhenti mengunjungi berhala-berhala mereka di Makkah jika konsep ketuhanan yang esa diterima oleh masyarakat Arab.

Awal Dakwah Rasulullah SAW
Keyakinan Nabi Muhammad saw mengenai pengutusannya sebagai Rasul Allah menguat ketika beliau bertemu Waraqah saat hendak mengelilingi Ka’bah.
Waraqah meyakinkannya,
“Demi Dia yang memegang hidupku, engkau adalah Nabi atas umat ini. Engkau telah menerima namuz besar seperti yang telah diberikan pada Musa as. Engkau pasti akan didustakan, disiksa, diusir, dan diperangi. Kalau sampai waktu itu aku masih hidup, pasti aku akan membela yang di pihak Allah.”

Maka dimulailah proses panjang dakwah Rasulullah saw menyeru bangsa Arab pada Islam. Dari 23 tahun masa kerasulan Nabi Muhammad saw, 13 tahun diantaranya beliau habiskan di kota kelahiran beliau, Makkah. Sedangkan selama 10 tahun sisanya, beliau berdakwah di Madinah al-Munawwaroh.

Menurut sejarawan Muslim Arab,Ibn Ishaaq (wafat antara 150-159 H/761-770 M), selama tiga tahun pertama Rasulullah saw berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Beliau menyeru orang-orang yang beliau yakini dapat merahasiakan pesan yang dibawanya.
Di antara mereka yang masuk Islam pada periode ini adalah Khadijah, Waraqah, Alibin Abi Thalib, Abu Bakr, Zaid bin Haritsah, Sa’ad bin Abi Waqas, Utsman bin ‘Affan, Zubair bin Awwam, Abd al-Rahman bin ‘Auf, Abdullah binMas’ud, dan beberapa orang budak (termasuk Bilal bin Rabah).

Syeikh Tawfique Chowdhury menjelaskan dalam Mercy to the World, Seerah: Makkan Period , pendapat populer yang menyebut bahwa mayoritas pemeluk Islam pada periode ini berasal dari kalangan budak dan fakir miskin tidaklah benar.
“Dari 67 Muslim pertama, hanya 13 diantaranya yang berasal dari golongan miskin, non-Arab,dan budak yang dibebaskan,” ujarnya.

Setelah tiga tahun, melalui sebuah wahyu, Allah memerintahkan Rasulullah saw untuk menyampaikan dakwah secara terbuka. Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat (QS. Asy-Syu’araa’: 214).
Rasulullah saw lalu mengumpulkan 30 orang kerabatnya di rumah beliau dan menyeru mereka pada Islam.

Di sebuah kesempatan yang lain,Rasulullah berdiri di atas sebuahbukit kecil bernama Safa dan mengumpulkan orang-orang Quraisy di Makkah. Setelah mereka berkumpul, dari atas bukit yang terletak berdekatan dengan lokasi Ka’bah itu, Rasulullah berkata, “Jika aku mengatakan kepada kalian bahwa sejumlah besar tentara sedang bersembunyi di balik gunung itu dan siap untuk menyerang kalian, apakah kalianakan percaya?”

Mereka menjawab, “Tentu saja, karena kami mempercayaimu. Kami tahu engkau selalu mengatakan yang benar.”

Lalu Rasulullah saw berkata, “Tuhan telah memerintahku untuk mengingatkan kalian, orang-orangku, bahwa kalian harus menyembah satu Tuhan. Jika kalian tidak melakukannya, kalian akan mengundang amarah-Nya. Dan aku tidak akan mampu berbuat apapun untuk menolongku, meskipun kalian adalah orang-orang dari kaumku sendiri.”

Seruan terbuka tersebut segera memicu respon para pemimpin Quraisy. Penentangan mereka terhadap ajaran yang dibawa Rasulullah saw berlangsung hingga bertahun-tahun setelahnya.
Syeikh Tawfique mengatakan, alasan utama pemimpin Quraisy menentang Rasulullah saw dan menghalang-halangi dakwah Islam adalah faktor ekonomi.

Syeikh Tawfique menjelaskan, pada masa tersebut Makkah telah menjadi pusat peribadatan. Hal itu dikarenakan Ka’bah menjadi tempat bagi berhala-berhala milik berbagai suku dan kaum. Para pemimpin Quraisy khawatir suku-suku dankaum-kaum tersebut berhenti mengunjungi berhala-berhala mereka di Makkah jika konsep ketuhanan yang esa diterima oleh masyarakat Arab.

Senin, 09 Juli 2012

RAIH TAKWA, SONGSONG TEGAKNYA SYARIAH DAN KHILAFAH

|0 komentar
RAIH TAKWA, SONGSONG TEGAKNYA SYARIAH DAN KHILAFAH
[Al-Islam 473] Di tengah suasana Idul Fitri saat ini, kaum Muslim di seluruh dunia sedang merasakan kebahagiaan. Kebaha­giaan ini merupakan salah satu dari kebahagiaan yang telah dijanjikan Rasulullah saw. bagi orang-orang yang berpuasa:
لصَّائِمِ فَرْحَتاَنِ يَفْرَحُهُماَ إِذاَ أَفْطَرَ فَرَحَ، وَإِذاَ لَقِي رَبَّهُ فَرَحَ بِصَوْمِهِ»
 
Orang yang berpuasa diberi dua kebahagiaan: kebahagiaan saat berbuka (termasuk saat Idul Fitri) dan kebahagiaan saat bertemu dengan Rabb-nya karena puasanya (HR al-Bukhari, Muslim dan al-Tirmidzi dari Abu Hurairah).
Kita juga bahagia karena memiliki harapan dengan amal yang kita kerjakan. Dengan selesainya ibadah puasa, kita berpeluang diampuni, diberi pahala yang besar, dibebaskan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan, sebagaimana janji Allah SWT dan Rasul-Nya.
Kita juga bahagia menyaksikan kaum Muslim mengagungkan asma’ Allah, berbondong-bondong untuk shalat berjamaah dan bersimpuh bersama mendengarkan khutbah. Realitas ini seolah menunjukkan kepada kita bahwa inilah jatidiri umat Islam yang sebenarnya.
Namun demikian, tentu kita tidak boleh melupakan nasib saudara-saudara kita yang sangat menyedihkan di berbagai negara. Di Irak dan Afganistan, saudara-saudara kita masih berada di bawah cengkeraman negara penjajah, Amerika dan sekutunya. Ironisnya, para penguasa di kedua negeri tersebut malah menjadi antek yang mengabdi untuk negara penjajah itu.
Di Palestina, negeri kaum Muslim dirampas dan selama puluhan tahun diduduki kaum Yahudi Israel hingga kini. Sebagian penduduknya terusir, hidup menderita dan terlunta-lunta. Tidak ada satu pun negeri di sekitar mereka yang mau mengakui mereka sebagai warganya. Mereka tidak bisa ke mana-mana karena tidak memiliki identitas kewarganegaraan. Keadaan mereka selalu terancam oleh kebiadaban bangsa terlaknat itu. Mereka harus menghadapi negara zionis sendirian dengan senjata seadanya. Ironisnya, para penguasa di negeri-negeri Muslim lainnya hanya berdiam diri. Bahkan di antara mereka ada yang bersekutu dengan musuh Allah itu dalam membantai saudara-saudara mereka.
Keadaan memilukan juga dialami saudara-saudara kita di China. Di negara Komunis itu, umat Islam dari suku Uighur di Xinjiang—yang dikenal dalam sejarah Islam sebagai Turkistan Timur—menjadi korban kebrutalan suku Han, yang didukung penuh oleh rezim Komunis, China.
Di Turki, para pejuang syariah dan Khilafah harus menghadapi kekejaman penguasa sekular. Hingga kini, ratusan aktivis Hizbut Tahrir Turki ditahan dan dipenjara tanpa alasan.
Nasib yang dialami saudara-saudara kita di Pattani Thailand, Moro Philipina Selatan, Kashmir, Rohingya di Miyanmar, Pakistan, Banglades dan lain-lain kian memperpanjang daftar penderitaan umat Islam.
Yang juga tidak boleh dilupakan adalah isu terorisme yang kembali dimunculkan di negeri ini. Pihak-pihak yang membenci Islam berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengaitkan aksi terorisme dengan perjuangan dakwah menegakkan syariah. Bahkan ada yang ingin membungkam dakwah dengan memprovokasi penguasa agar menerapkan kembali undang-undang represif seperti pada rezim otoriter sebelumnya.
Karena itu, wajar jika kita mengatakan, bahwa saat ini kita merayakan Hari Kemenangan justru dalam kekalahan.
Namun demikian, kita tidak boleh berkecil hati dan berputus asa. Kita harus yakin bahwa kaum Muslim akan kembali tampil menjadi pemimpin dunia. Allah SWT berfirman:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا 
     Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa (QS al-Nur [24]: 55).

Dalam ayat ini, ada tiga perkara yang Allan SWT janjikan kepada kaum Muslim. Pertama: mereka akan kembali diberi Kekhilafahan sebagaimana pendahulu mereka. Ini artinya, mereka akan kembali berkuasa dan memimpin dunia dengan Khilafah (Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qurân al-‘Azhîm).

Kedua: posisi Islam akan diteguhkan bagi kaum Muslim. Dengan tegaknya Khilafah, semua hukum Islam bisa diterapkan. Khilafah juga menjadi penjaga agama dari setiap bentuk pelanggaran, pengingkaran dan penistaan. Lebih dari itu, Khilafah akan mengemban Islam ke seluruh penjuru dunia hingga mengalahkan semua agama dan ideologi.

Ketiga: perubahan nasib umat Islam, yang sebelumnya diliputi dengan ketakutan berubah menjadi aman sentosa. Ketika kaum Muslim hidup tanpa Khilafah, musuh-musuh Islam dengan mudah merampas harta mereka, menghinakan kehormatan mereka dan menumpahkan darah mereka. Tegaknya Khilafah akan mengubah keadaan yang menyedihkan ini. Sebab, Khilafahlah institusi pelindung kaum Muslim. Rasulullah saw. bersabda:

«إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ»
    Sesungguhnya Imam (kepala negara/Khalifah) adalah perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya (HR Muslim dari Abu Hurairah).

Pada masa Khalifah al-Mu’tashim Billah, ketika seorang Muslimah jilbabnya ditarik oleh salah seorang Romawi, ia segera meminta tolongan kepada Khalifah. Khalifah serta-merta bangkit dan memimpin sendiri pasukannya untuk merespon pelecehan tersebut. Sesampainya di Amuria, beliau meminta agar orang Romawi pelaku kezaliman itu diserahkan untuk di-qishash. Saat penguasa Romawi menolaknya, beliau pun segera menyerang kota, menghancurkan benteng pertahanannya dan menerobos pintu-pintunya hingga kota itu pun jatuh ke tangannya.

Saat ini kita sedang berada dalam masa mulk[an] jabriyyah (penguasa diktator), yaitu fase akhir sebagaimana dinyatakan dalam bisyârah Nabawiyyah. Dalam hadis penuturan Hudzaifah ra. disebutkan, setelah hidup di bawah penguasa mulk[an] jabriyyah, umat Islam akan kembali hidup dalam naungan Khilafah ‘alâ minhâj al-nubuwwah: 
«…ثُمَّ تَكُونُ خِلافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»
    …Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti tuntunan kenabian (HR Ahmad dalam Musnad-nya; semua perawinya tsiqah).

Bertolak dari hadis ini, tegaknya Khilafah alâ minhâj an-Nubuwwah yang kedua, insya Allah tidak akan lama lagi.

Kembalinya Khilafah merupakan nashrul-Lâh (pertolongan Allah) kepada kaum Muslim. Pertolongan itu mutlak milik Allah SWT dan Allah Yang Mahaadil telah menetapkan syarat bagi hamba-Nya yang ingin mendapat pertolongan-Nya. Allah SWT berfirman:
]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ[
    Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian (QS Muhammad [47]: 7).

Ungkapan ‘menolong Allah’, sebagaimana dijelaskan Abu Hayyan al-Andalusi dalam Tafsîr al-Bahr al-Muhîth, bermakna menolong agama-Nya. Demikian pula menurut mufassir lainnya seperti Ibnu al-Jauzi, az-Zamakhsyari, al-Baidhawi dan Syihabuddin al-Alusi.

Abdurrahman as-Sa’di menjelaskan bahwa ‘amaliyyah praktis ‘menolong Allah’ adalah dengan melaksanakan agama-Nya, berdakwah kepada-Nya dan berjihad melawan musuh-musuh-Nya, yang dilakukan dengan niat ikhlas karena-Nya.

Dari semua penjelasan itu dapat disimpulkan, bahwa yang dimaksud dengan ‘menolong Allah’ itu adalah bertakwa kepada-Nya, yakni menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Takwa inilah yang menjadi syarat bagi datangnya pertolongan Allah kepada hamba-Nya. Inilah juga yang diisyaratkan Umar bin al-Khaththab ra. saat berkata:
«فَإِنْ لَمْ نُغَِلَّبْهُمْ بِطَاعَتِنَا غَلَّبُوْنَا بِقُوَّتِهِمْ»
    Jika kita tidak mengalahkan musuh kita dengan ketaatan kita (kepada Allah), niscaya musuh akan mengalahkan kita dengan kekuatan mereka.

Jelaslah, agar pertolongan Allah segera datang, dan Khilafah segera tegak kembali, kita harus meningkatkan ketakwaan kita. Kita harus bertakwa dengan sebenar-benarnya, sebagaimana yang Allah SWT perintahkan (QS Ali ‘Imran [3]: 102). Takwa yang sebenar-benarnya ini hanya ada ketika kita telah mengerahkan seluruh kemampuan yang kita miliki untuk merealisasikannya (QS ath-Taghabun [64]: 16); bukan hanya dengan mengerahkan setengah, sepertiga atau seperempat kemampuan kita.

Kita juga harus bertakwa dalam semua perkara yang disyariahkan; tidak hanya dalam perkara ibadah ritual, makanan dan akhlak saja; namun dalam perkara politik, pemerintahan, ekonomi, pendidikan, pergaulan, sanksi-sanksi hukum dan seluruh bidang kehidupan lainnya (Lihat: QS al-Hasyr [59] 7).

Selain ketakwaan, kita juga harus melakukan berbagai persiapan dan cara yang benar sesuai dengan keperluannya (Lihat: QS al-Anfal [8]: 60). Dengan terpenuhinya dua syarat itu, insya Allah kita akan meraih kemenangan.

Demikian juga dalam perjuangan menegakkan syariah dan Khilafah. Syariah Islam mengharuskan adanya kelompok atau organisasi dakwah Islam (QS Ali ‘Imran [3]: 104), yakni yang asasnya akidah Islam; tujuannya melangsungkan kembali kehidupan Islam dalam institusi Khilafah; pemikiran dan hukum yang diadopsi seluruhnya bersumber dari Islam. Dalam mencapai tujuan, gerakan tersebut juga harus mengikuti tharîqah (metode) dakwah Rasulullah saw., tidak boleh menyimpang sedikit pun darinya. Anggota-anggotanya harus Muslim, taat syariah dan ikhlas berjuang karena Allah; yang semuanya diikat dengan fikrah (pemikiran) dan tharîqah (metode perjuangan) yang sama. Selain itu, mereka juga harus mempunyai politik yang sempurna.

Jika semua syarat ini sudah dipenuhi, insya Allah pertolongan-Nya segera tiba. Karena itu, jangan sekali-kali berputus asa, apalagi berbelok arah dan mengambil langkah pragmatis. Na’ûdzu bil-Lâh.

Akhirnya, hanya kepada Allahlah kita mengharapkan pertolongan karena Dia berfirman: 
]إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلا غَالِبَ لَكُمْ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ[

    Jika Allah menolong kalian, pasti tidak ada yang dapat mengalahkan kalian. Jika Allah membiarkan kalian (tidak memberi pertolongan), lalu siapakah yang dapat menolong kalian sesudah itu? Karena itu, hendaklah hanya kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal (QS Ali ‘Imran [3]: 160).

Semoga Allah SWT memberikan kepada kita kekuatan iman dan semangat untuk menjalankan hukum-hukum-Nya serta memasukkan kita ke dalam golongan pejuang-pejuang Islam, yang berupaya mewujudkan Khilafah, yang mengikuti manhaj Nabi saw.

[Disarikan dari Naskah Khutbah Idul Fitri 1430 H yang dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir Indonesia]

Pimpinan dan seluruh staf Buletin AL-ISLAM

Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

( Mohon Maaf Lahir Batin )
RAIH TAKWA, SONGSONG TEGAKNYA SYARIAH DAN KHILAFAH
[Al-Islam 473] Di tengah suasana Idul Fitri saat ini, kaum Muslim di seluruh dunia sedang merasakan kebahagiaan. Kebaha­giaan ini merupakan salah satu dari kebahagiaan yang telah dijanjikan Rasulullah saw. bagi orang-orang yang berpuasa:
لصَّائِمِ فَرْحَتاَنِ يَفْرَحُهُماَ إِذاَ أَفْطَرَ فَرَحَ، وَإِذاَ لَقِي رَبَّهُ فَرَحَ بِصَوْمِهِ»
 
Orang yang berpuasa diberi dua kebahagiaan: kebahagiaan saat berbuka (termasuk saat Idul Fitri) dan kebahagiaan saat bertemu dengan Rabb-nya karena puasanya (HR al-Bukhari, Muslim dan al-Tirmidzi dari Abu Hurairah).
Kita juga bahagia karena memiliki harapan dengan amal yang kita kerjakan. Dengan selesainya ibadah puasa, kita berpeluang diampuni, diberi pahala yang besar, dibebaskan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan, sebagaimana janji Allah SWT dan Rasul-Nya.
Kita juga bahagia menyaksikan kaum Muslim mengagungkan asma’ Allah, berbondong-bondong untuk shalat berjamaah dan bersimpuh bersama mendengarkan khutbah. Realitas ini seolah menunjukkan kepada kita bahwa inilah jatidiri umat Islam yang sebenarnya.
Namun demikian, tentu kita tidak boleh melupakan nasib saudara-saudara kita yang sangat menyedihkan di berbagai negara. Di Irak dan Afganistan, saudara-saudara kita masih berada di bawah cengkeraman negara penjajah, Amerika dan sekutunya. Ironisnya, para penguasa di kedua negeri tersebut malah menjadi antek yang mengabdi untuk negara penjajah itu.
Di Palestina, negeri kaum Muslim dirampas dan selama puluhan tahun diduduki kaum Yahudi Israel hingga kini. Sebagian penduduknya terusir, hidup menderita dan terlunta-lunta. Tidak ada satu pun negeri di sekitar mereka yang mau mengakui mereka sebagai warganya. Mereka tidak bisa ke mana-mana karena tidak memiliki identitas kewarganegaraan. Keadaan mereka selalu terancam oleh kebiadaban bangsa terlaknat itu. Mereka harus menghadapi negara zionis sendirian dengan senjata seadanya. Ironisnya, para penguasa di negeri-negeri Muslim lainnya hanya berdiam diri. Bahkan di antara mereka ada yang bersekutu dengan musuh Allah itu dalam membantai saudara-saudara mereka.
Keadaan memilukan juga dialami saudara-saudara kita di China. Di negara Komunis itu, umat Islam dari suku Uighur di Xinjiang—yang dikenal dalam sejarah Islam sebagai Turkistan Timur—menjadi korban kebrutalan suku Han, yang didukung penuh oleh rezim Komunis, China.
Di Turki, para pejuang syariah dan Khilafah harus menghadapi kekejaman penguasa sekular. Hingga kini, ratusan aktivis Hizbut Tahrir Turki ditahan dan dipenjara tanpa alasan.
Nasib yang dialami saudara-saudara kita di Pattani Thailand, Moro Philipina Selatan, Kashmir, Rohingya di Miyanmar, Pakistan, Banglades dan lain-lain kian memperpanjang daftar penderitaan umat Islam.
Yang juga tidak boleh dilupakan adalah isu terorisme yang kembali dimunculkan di negeri ini. Pihak-pihak yang membenci Islam berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengaitkan aksi terorisme dengan perjuangan dakwah menegakkan syariah. Bahkan ada yang ingin membungkam dakwah dengan memprovokasi penguasa agar menerapkan kembali undang-undang represif seperti pada rezim otoriter sebelumnya.
Karena itu, wajar jika kita mengatakan, bahwa saat ini kita merayakan Hari Kemenangan justru dalam kekalahan.
Namun demikian, kita tidak boleh berkecil hati dan berputus asa. Kita harus yakin bahwa kaum Muslim akan kembali tampil menjadi pemimpin dunia. Allah SWT berfirman:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا 
     Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa (QS al-Nur [24]: 55).

Dalam ayat ini, ada tiga perkara yang Allan SWT janjikan kepada kaum Muslim. Pertama: mereka akan kembali diberi Kekhilafahan sebagaimana pendahulu mereka. Ini artinya, mereka akan kembali berkuasa dan memimpin dunia dengan Khilafah (Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qurân al-‘Azhîm).

Kedua: posisi Islam akan diteguhkan bagi kaum Muslim. Dengan tegaknya Khilafah, semua hukum Islam bisa diterapkan. Khilafah juga menjadi penjaga agama dari setiap bentuk pelanggaran, pengingkaran dan penistaan. Lebih dari itu, Khilafah akan mengemban Islam ke seluruh penjuru dunia hingga mengalahkan semua agama dan ideologi.

Ketiga: perubahan nasib umat Islam, yang sebelumnya diliputi dengan ketakutan berubah menjadi aman sentosa. Ketika kaum Muslim hidup tanpa Khilafah, musuh-musuh Islam dengan mudah merampas harta mereka, menghinakan kehormatan mereka dan menumpahkan darah mereka. Tegaknya Khilafah akan mengubah keadaan yang menyedihkan ini. Sebab, Khilafahlah institusi pelindung kaum Muslim. Rasulullah saw. bersabda:

«إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ»
    Sesungguhnya Imam (kepala negara/Khalifah) adalah perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya (HR Muslim dari Abu Hurairah).

Pada masa Khalifah al-Mu’tashim Billah, ketika seorang Muslimah jilbabnya ditarik oleh salah seorang Romawi, ia segera meminta tolongan kepada Khalifah. Khalifah serta-merta bangkit dan memimpin sendiri pasukannya untuk merespon pelecehan tersebut. Sesampainya di Amuria, beliau meminta agar orang Romawi pelaku kezaliman itu diserahkan untuk di-qishash. Saat penguasa Romawi menolaknya, beliau pun segera menyerang kota, menghancurkan benteng pertahanannya dan menerobos pintu-pintunya hingga kota itu pun jatuh ke tangannya.

Saat ini kita sedang berada dalam masa mulk[an] jabriyyah (penguasa diktator), yaitu fase akhir sebagaimana dinyatakan dalam bisyârah Nabawiyyah. Dalam hadis penuturan Hudzaifah ra. disebutkan, setelah hidup di bawah penguasa mulk[an] jabriyyah, umat Islam akan kembali hidup dalam naungan Khilafah ‘alâ minhâj al-nubuwwah: 
«…ثُمَّ تَكُونُ خِلافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»
    …Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti tuntunan kenabian (HR Ahmad dalam Musnad-nya; semua perawinya tsiqah).

Bertolak dari hadis ini, tegaknya Khilafah alâ minhâj an-Nubuwwah yang kedua, insya Allah tidak akan lama lagi.

Kembalinya Khilafah merupakan nashrul-Lâh (pertolongan Allah) kepada kaum Muslim. Pertolongan itu mutlak milik Allah SWT dan Allah Yang Mahaadil telah menetapkan syarat bagi hamba-Nya yang ingin mendapat pertolongan-Nya. Allah SWT berfirman:
]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ[
    Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian (QS Muhammad [47]: 7).

Ungkapan ‘menolong Allah’, sebagaimana dijelaskan Abu Hayyan al-Andalusi dalam Tafsîr al-Bahr al-Muhîth, bermakna menolong agama-Nya. Demikian pula menurut mufassir lainnya seperti Ibnu al-Jauzi, az-Zamakhsyari, al-Baidhawi dan Syihabuddin al-Alusi.

Abdurrahman as-Sa’di menjelaskan bahwa ‘amaliyyah praktis ‘menolong Allah’ adalah dengan melaksanakan agama-Nya, berdakwah kepada-Nya dan berjihad melawan musuh-musuh-Nya, yang dilakukan dengan niat ikhlas karena-Nya.

Dari semua penjelasan itu dapat disimpulkan, bahwa yang dimaksud dengan ‘menolong Allah’ itu adalah bertakwa kepada-Nya, yakni menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Takwa inilah yang menjadi syarat bagi datangnya pertolongan Allah kepada hamba-Nya. Inilah juga yang diisyaratkan Umar bin al-Khaththab ra. saat berkata:
«فَإِنْ لَمْ نُغَِلَّبْهُمْ بِطَاعَتِنَا غَلَّبُوْنَا بِقُوَّتِهِمْ»
    Jika kita tidak mengalahkan musuh kita dengan ketaatan kita (kepada Allah), niscaya musuh akan mengalahkan kita dengan kekuatan mereka.

Jelaslah, agar pertolongan Allah segera datang, dan Khilafah segera tegak kembali, kita harus meningkatkan ketakwaan kita. Kita harus bertakwa dengan sebenar-benarnya, sebagaimana yang Allah SWT perintahkan (QS Ali ‘Imran [3]: 102). Takwa yang sebenar-benarnya ini hanya ada ketika kita telah mengerahkan seluruh kemampuan yang kita miliki untuk merealisasikannya (QS ath-Taghabun [64]: 16); bukan hanya dengan mengerahkan setengah, sepertiga atau seperempat kemampuan kita.

Kita juga harus bertakwa dalam semua perkara yang disyariahkan; tidak hanya dalam perkara ibadah ritual, makanan dan akhlak saja; namun dalam perkara politik, pemerintahan, ekonomi, pendidikan, pergaulan, sanksi-sanksi hukum dan seluruh bidang kehidupan lainnya (Lihat: QS al-Hasyr [59] 7).

Selain ketakwaan, kita juga harus melakukan berbagai persiapan dan cara yang benar sesuai dengan keperluannya (Lihat: QS al-Anfal [8]: 60). Dengan terpenuhinya dua syarat itu, insya Allah kita akan meraih kemenangan.

Demikian juga dalam perjuangan menegakkan syariah dan Khilafah. Syariah Islam mengharuskan adanya kelompok atau organisasi dakwah Islam (QS Ali ‘Imran [3]: 104), yakni yang asasnya akidah Islam; tujuannya melangsungkan kembali kehidupan Islam dalam institusi Khilafah; pemikiran dan hukum yang diadopsi seluruhnya bersumber dari Islam. Dalam mencapai tujuan, gerakan tersebut juga harus mengikuti tharîqah (metode) dakwah Rasulullah saw., tidak boleh menyimpang sedikit pun darinya. Anggota-anggotanya harus Muslim, taat syariah dan ikhlas berjuang karena Allah; yang semuanya diikat dengan fikrah (pemikiran) dan tharîqah (metode perjuangan) yang sama. Selain itu, mereka juga harus mempunyai politik yang sempurna.

Jika semua syarat ini sudah dipenuhi, insya Allah pertolongan-Nya segera tiba. Karena itu, jangan sekali-kali berputus asa, apalagi berbelok arah dan mengambil langkah pragmatis. Na’ûdzu bil-Lâh.

Akhirnya, hanya kepada Allahlah kita mengharapkan pertolongan karena Dia berfirman: 
]إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلا غَالِبَ لَكُمْ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ[

    Jika Allah menolong kalian, pasti tidak ada yang dapat mengalahkan kalian. Jika Allah membiarkan kalian (tidak memberi pertolongan), lalu siapakah yang dapat menolong kalian sesudah itu? Karena itu, hendaklah hanya kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal (QS Ali ‘Imran [3]: 160).

Semoga Allah SWT memberikan kepada kita kekuatan iman dan semangat untuk menjalankan hukum-hukum-Nya serta memasukkan kita ke dalam golongan pejuang-pejuang Islam, yang berupaya mewujudkan Khilafah, yang mengikuti manhaj Nabi saw.

[Disarikan dari Naskah Khutbah Idul Fitri 1430 H yang dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir Indonesia]

Pimpinan dan seluruh staf Buletin AL-ISLAM

Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

( Mohon Maaf Lahir Batin )

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 20 Juli 2012

|0 komentar

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 20 Juli 2012
Organisasi masyarakat Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadhan tahun ini pada tanggal 20 Juli 2012. Demikian keterangan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Mahdini kepada Tribun, Rabu (4/7/2012) pagi.
"Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadhan pada 20 Juli ini. Penetapan ini tidak ada masalah, silahkan. Kita harus menghormati dan menghargai perbedaan ini," ujar Mahdini.
Hingga berita ini dilaporkan, belum ada konfirmasi dari pengurus Muhammadiyah.

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 20 Juli 2012
Organisasi masyarakat Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadhan tahun ini pada tanggal 20 Juli 2012. Demikian keterangan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Mahdini kepada Tribun, Rabu (4/7/2012) pagi.
"Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadhan pada 20 Juli ini. Penetapan ini tidak ada masalah, silahkan. Kita harus menghormati dan menghargai perbedaan ini," ujar Mahdini.
Hingga berita ini dilaporkan, belum ada konfirmasi dari pengurus Muhammadiyah.

Minggu, 08 Juli 2012

menyambut datangnya bulan suci Ramadhan

|0 komentar
menyambut datangnya bulan suci Ramadhan
Ringkasan Pelajaran

Ibadah dalam terminology Islam memiliki makna yang umum dan luas, ia mencakup semua aktifitas dalam bentuk perbuatan atau perkataan yang disukai dan diridhai oleh Allah Swt dan mendatangkan kebaikan dunia dan akherat. Seorang muslim sadar dan yakin bahwa ia sebagai hamba Allah Swt, wajib membuktikan penghambaannya kepada Allah Swt dalam bentuk kesigapan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.

khutbah pertama


Jamaah kaum muslimin yang dimuliakan Allah...

Wahai orang yang lama menghilang dari kami, telah dekat hari kebaikan..

Wahai orang-orang  yang masih dalam kerugian, telah datang hari perdagangan yang penuh keuntungan...

Siapa yang tidak beruntung pada bulan ini, maka kapan dia akan beruntung?

Siapa yang tidak dekat dengannya, maka ketika itu dia akan pergi...

Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah, bersukurlah atas semua nikmat yang telah diberikan kepada kalian, diantaranya nikmat bulan ramadhan yang beberapa hari lagi akan datang menjumpai kalian, bulan ramadhan sebagai bulan yang penuh rahmat, berkah dan maghfirah. Hormatilah waktu-waktu itu dengan memaksimalkan ketaatan dan ibadah kepadanya serta menghindari kemaksiatan dan dosa.

Ibadallah (wahai hamba Allah), sambutlah bulan ramadhan karena Al-Qur’an diturunkan padanya, amal saleh dilipatgandakan balasannya, amal keburukan dihapus, hari-hari pertamanya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, terakhirnya pembebasan dari api neraka. Siang harinya, Allah mewajibkan puasa sebagai salah satu rukun Islam, malam harinya disunnahkan mendirikan shalat malam. Siapa yang puasa dengan penuh keimanan dan pengharapan,  Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Siapa yang melaksanakan umrah di bulan ini, pahalanya seperti orang yang melaksanakan ibadah haji. Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka sedang pintu -pintu neraka ditutup, setan-setan akan dibelenggu.

Imam Bukhari dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ”Allah berfirman, ’Setiap amal Bani Adam untuk dia, kecuali puasa. Karena sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa itu benteng, apabila salah seorang  dari kamu berpuasa, maka janganlah berkata yang kotor dan jorok. Apabila ada yang mencaci kamu atau mengajak berkelahi, maka katakanlah kepadanya, ’Saya sedang puasa’. Demi Allah, yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang puasa itu lebih wangi disisi Allah dari minyak kesturi. Orang yang puasa itu mendapat dua kebahagiaan; yaitu ketika akan berbuka dia gembira dengan waktu berbukanya dan ketika bertemu Tuhannya dia bergembira dengan puasanya.”

Puasa Ramadhan adalah salah satu kewajiban bagi setiap pribadi muslim dan bahkan menjadi salah satu rukun Islam. Barangsiapa  yang mengingkari kewajibannya, maka ia telah kafir, karena dia mendustakan Allah, Rasul-Nya dan ijma’ kaum muslimin.

Allah Swt berfirman,

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ}
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah: 183).     

Puasa diwajibkan bagi mereka yang telah baligh, berakal, mampu, mukim, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak haidh atau nifas, namun tidak diwajibkan bagi mereka yang kafir, anak kecil yang belum baligh, akan tetapi jika dia mampu berpuasa, maka suruhlah dia puasa agar terbiasa. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para sahabat Radhiyallahu Anhum.

Seseorang dianggap telag baligh apabila :

1.      Usianya sampai 15 tahun

2.      Atau telah tumbuh bulu kemaluannya

3.      Atau telah keluar spermanya lewat mimpi atau karena hal lain. Adapun bagi wanita ditambah lagi dengan keluarnya darah haidh.

Puasa tidak wajib bagi wanita haid atau nifas dan orang yang tidak berakal, seperti orang gila, idiot, dan lainnya. Sebagaimana tidak diwajibkannya shalat atas mereka. Orang yang fisiknya lemah seperti orang tua, orang sakit yang sakitnya tidak kunjung sembuh tidak wajib berpuasa meski mereka dibebankan untuk memberi makan satu orang miskin setiap hari sebanyak seperempat sha’ gandum berserta lauk pauknya.

Bagi Orang sakit, wanita hamil dan orang musafir jika puasa tidak menyulitkan mereka, maka mereka dianjurkan untuk tetap berpuasa, namun jika mereka merasa berat dan kesulitan maka dibolehkan untuk tidak berpuasa dan menggantinya dilain hari sebanyak hari yang ditinggalkannya.

Wanita haid dan nifas tidak wajib berpuasa. Mereka berdua tidak sah untuk berpuasa sampai keduanya suci walau sesaat sebelum waktu fajar tiba. Karena itu, wajib baginya untuk berpuasa serta sah meskipun mereka mandi setelah terbit fajar, dan mereka wajib mengqadha hari-hari yang ditinggalkan.

Jama’ah jum’at yang dirahmati Allah Swt ……

Jika siang hari ramadhan di hidupkan dengan puasa, maka malam harinya dihidupkan dengan shalat sunnah tarawih secara berjamaah di masjid-masjid Allah Swt, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,


“Barangsiapa menghidupi bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Semoga Allah memberikan taufik dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita mampu memanfaatkan momentum ramadhan tahun ini dengan sebaik-baiknya, dan kita berharap menjadi orang-orang yang dibebaskan dari neraka dan menjadi penduduk surga Allah Swt.

khutbah kedua



Jama’ah jum’at yang berbahagia...

Diantara manfaat positif yang dapat dirasakan oleh seorang hamba yang menjalankan ibadah puasa, adalah :

-          Melemahnya gejolak nafsu dan menjauhkan sifat sombong dan lalai yang dipicu oleh rasa kenyang.

-          Menjadikah hati lebih siap untuk berfikir dan berzikir.

-          Sungguh, orang kaya dapat lebih menyadari kenikmatan Allah atas dirinya, yang memicu munculnya rasa syukur yang mendalam terhadap nikmat Allah dan hatinya terpanggil untuk menolong saudaranya yang membutuhkan bantuannya.

-          godaan setan dan luapan emosi dan amarah akan menjadi sempit dan lemah akibat kurangnya suplai makanan ke pembuluh darah yang menjadi jalan bagi setan dalam tubuh manusia.

Kesempurnaan taqqarrub hamba kepada Allah Swt, dengan catatan meninggalkan semua bentuk pelanggaran dan hal-hal yang diharamkan oleh Allah setiap saat, seperti berdusta, kezhaliman, membunuh, mencuri dan merusak kehormatan orang lain. Untuk itu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,


“Barangsiapa yang belum dapat meninggalkan sumpah palsu dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.”

Sebagian salaf berkata, “Puasa yang paling ringan adalah menahan makan dan minum.”

Jabir berkata, “Jika Anda berpuasa, maka pendengaran, penglihatan serta lisanmu hendaklah berpuasa pula dari berkata dusta dan segala perbuatan yang haram. Janganlah Anda sakiti tetangga, dan hendaknya bisa bersikap tenang dan santun  di hari puasa, dan jangan sampai hari puasamu dan hari lainnya sama saja.”

Jama’ah jum’at yang dimuliakan Allah Swt......

Sebagian ulama membagi Orang yang berpuasa ke dalam dua tingkatan;

Pertama; Orang yang meninggalkan makan, minum serta meninggalkan syahwatnya karena Allah Ta’ala dan mengharapkan ridha-Nya, golongan ini akan mendapat balasan surga berserta kenikmatan-kenikmatan didalamnya berupa makanan, minuman dan bidadari-bidadari. Firman Allah Swt :

“(Kepada mereka dikatakan), ’Makan dan minumlah dengan nikmat disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu." (Al-Haaqah: 24)

Mujahid dan yang lainnya mengatakan, “Ayat ini turun atas orang-orang yang berpuasa.” Dan dalam Shahihain (Bukhari dan Muslim) disebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabada,

“Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayan. Hanya orang-orang yang berpuasalah yang boleh memasukinya pada Hari Kiamat.”

Kedua; Orang yang meninggalkan segala sesuatu selain Allah Swt. Dia menjaga kepala dan fikirannya, menjaga perut dan isinya, mengingat mati, kemusnahan dan akhirat serta meninggalkan kesenangan dunia, maka hari raya bagi mereka adalah ketika ia berjumpa dengan Allah dan kebahagiannya adalah ketika bisa memandangNya.

Allah Swt berfirman,

“Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang.” (Al-Ankabut: 5)

Dan firman Allah Swt dalam hadits qudsi “Setiap amalan anak Adam adalah miliknya, kecuali  puasa. Sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan langsung membalasnya”. Maknanya adalah seluruh amalan akan dilipatkangandakan dari 10 hingga 700 kali lipat, kecuali puasa. Ia tidak akan dilipatgandakan dengan bilangan-bilangan itu. Tetapi, Allah Swt akan melipatgandakan dengan jumlah yang sangat banyak, tanpa membatasi jumlahnya, karena puasa merupakan kesabaran.

Sebagian ulama mengatakan, sesunguhnya alasan penisbahan puasa kepada Allah Swt, karena puasa memaksa seseorang meninggalkan beberapa hak-hak jiwa dan syahwat seseorang, baik itu berupa makanan, minuman, bersetubuh, dan lainnya. Dan hal ini tidak terdapat dalam ibadah-ibadah lainnya.

Bulan Ramadhan tidak dapat dipisahkan Al qur’an sebab kedua memiliki hubungan yang erat bahkan sebagian ulama menyebut Ramadhan sebagai bulan Al qur’an. Imam Azzuhri berkata, “Sesunguhnya bulan ini untuk membaca Al-Qur’an dan memberi makan orang miskin.” Ibnu Abdul Hakam berkata, “Dahulu ketika Ramadhan tiba, Imam Malik menggantikan majelis ilmu bersama para ulama dan pembacan hadits dengan membaca Al-Qur’an atau mushaf.”

Ibadallah (wahai hamba Allah)…

 Bulan Ramadhan pula sebagai ajang latihan untuk berinfak dan banyak mendermakan harta. Disebutkan dalam Shahihain dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma ia berkata, “Rasulullah adalah manusia paling dermawan dalam kebaikan. Pada bulan Ramadhan beliau lebih dermawan lagi, sampai ia bertemu dengan Jibril. Jibril selalu mendatanginya pada malam bulan Ramadhan untuk mengajari Nabi  Al-Qur’an. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hendak menemui Jibril, beliau adalah sosok orang yang paling dermawan dalam kebaikan melebihi angin berhembus.”

Jamaah kaum muslimin yang dimuliakan Allah...

Ramadhan merupakan karunia terbesar Allah Swt kepada hambanya, marilah kita manfaatkan dengan bersungguh-sungguh dalam menjalankan puasa, mendirikan shalat-shalat sunnah, banyak membaca al qur’an, membantu orang-orang yang berpuasa. Dan berbagai ketaatan lainnya. Ya Allah, terimalah puasa kami dan qiyamul lail kami, dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

فاعلموا أن الله أمركم بأمر بدأ فيه بنفسه و ثنى بملائكته المسبحة بقدسه و ثلث بكم أيها المسلمون فقال عز من قائل إن الله و ملائكته يصلون على النبي يأيها الذين آمنوا صلوا عليه و سلموا تسليما. اللهم صل و سلم على نبينا محمد و عل آله و صحابته و من اهتدى بهديه و استن بسنته إلى يوم الدين. ثم اللهم ارض عن الخلفاء الراشدين المهديين أبي بكر و عمر و عثمان و علي و على بقية الصحابة و التابعين و تابع التابعين و علينا معهم برحمتك ي أرحم الرحمين.
اللهم إنا نسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك أو أنزلته في كتابك أو  علمته أحدا من خلقك أو استأثرته في علم الغيب عندك أن تجعل القرآن ربيع قلوبنا و نور صدورنا و جلاء أحزاننا و ذهاب همومنا و غمومنا
اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات و المؤمين و المؤمنات الأحياء منهم و الأموات.
اللهم أعز الإسلام و المسلمين و أهلك الكفرة و المشركين و دمر أعداءك أعداء الدين
اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا، و أصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا و أصلح لنا آخرتنا التي إليها معادنا و اجعل اللهم حياتنا زيادة لنا في كل خير و اجعل الموت راحة لنا من كل شر
اللهم أعنا على ذكرك و شكرك و حسن عبادتك
اللهم إنا نسألك الهدى و التقى و العفاف و الغنى و حسن الخاتمة
اللهم اغفر لنا و اوالدينا و ارحمهم كما ربونا صغارا
ربنا هب لنا من أزواجنا و ذرياتنا قرة أعين و احعلنا للمتقين إماما
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا و هب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
ربنا آتنا في الدنيا حسنة و في الآخرة حسنة و قنا عذاب النار
عباد الله إن الله يأمركم بالعدل و الإحسان و إيتاء ذى القربى و ينهى عن الفحشاء و المنكر و البغي يعظكم لعلكم تذكرون فاذكروا الله
menyambut datangnya bulan suci Ramadhan
Ringkasan Pelajaran

Ibadah dalam terminology Islam memiliki makna yang umum dan luas, ia mencakup semua aktifitas dalam bentuk perbuatan atau perkataan yang disukai dan diridhai oleh Allah Swt dan mendatangkan kebaikan dunia dan akherat. Seorang muslim sadar dan yakin bahwa ia sebagai hamba Allah Swt, wajib membuktikan penghambaannya kepada Allah Swt dalam bentuk kesigapan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.

khutbah pertama


Jamaah kaum muslimin yang dimuliakan Allah...

Wahai orang yang lama menghilang dari kami, telah dekat hari kebaikan..

Wahai orang-orang  yang masih dalam kerugian, telah datang hari perdagangan yang penuh keuntungan...

Siapa yang tidak beruntung pada bulan ini, maka kapan dia akan beruntung?

Siapa yang tidak dekat dengannya, maka ketika itu dia akan pergi...

Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah, bersukurlah atas semua nikmat yang telah diberikan kepada kalian, diantaranya nikmat bulan ramadhan yang beberapa hari lagi akan datang menjumpai kalian, bulan ramadhan sebagai bulan yang penuh rahmat, berkah dan maghfirah. Hormatilah waktu-waktu itu dengan memaksimalkan ketaatan dan ibadah kepadanya serta menghindari kemaksiatan dan dosa.

Ibadallah (wahai hamba Allah), sambutlah bulan ramadhan karena Al-Qur’an diturunkan padanya, amal saleh dilipatgandakan balasannya, amal keburukan dihapus, hari-hari pertamanya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, terakhirnya pembebasan dari api neraka. Siang harinya, Allah mewajibkan puasa sebagai salah satu rukun Islam, malam harinya disunnahkan mendirikan shalat malam. Siapa yang puasa dengan penuh keimanan dan pengharapan,  Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Siapa yang melaksanakan umrah di bulan ini, pahalanya seperti orang yang melaksanakan ibadah haji. Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka sedang pintu -pintu neraka ditutup, setan-setan akan dibelenggu.

Imam Bukhari dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ”Allah berfirman, ’Setiap amal Bani Adam untuk dia, kecuali puasa. Karena sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa itu benteng, apabila salah seorang  dari kamu berpuasa, maka janganlah berkata yang kotor dan jorok. Apabila ada yang mencaci kamu atau mengajak berkelahi, maka katakanlah kepadanya, ’Saya sedang puasa’. Demi Allah, yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang puasa itu lebih wangi disisi Allah dari minyak kesturi. Orang yang puasa itu mendapat dua kebahagiaan; yaitu ketika akan berbuka dia gembira dengan waktu berbukanya dan ketika bertemu Tuhannya dia bergembira dengan puasanya.”

Puasa Ramadhan adalah salah satu kewajiban bagi setiap pribadi muslim dan bahkan menjadi salah satu rukun Islam. Barangsiapa  yang mengingkari kewajibannya, maka ia telah kafir, karena dia mendustakan Allah, Rasul-Nya dan ijma’ kaum muslimin.

Allah Swt berfirman,

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ}
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah: 183).     

Puasa diwajibkan bagi mereka yang telah baligh, berakal, mampu, mukim, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak haidh atau nifas, namun tidak diwajibkan bagi mereka yang kafir, anak kecil yang belum baligh, akan tetapi jika dia mampu berpuasa, maka suruhlah dia puasa agar terbiasa. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para sahabat Radhiyallahu Anhum.

Seseorang dianggap telag baligh apabila :

1.      Usianya sampai 15 tahun

2.      Atau telah tumbuh bulu kemaluannya

3.      Atau telah keluar spermanya lewat mimpi atau karena hal lain. Adapun bagi wanita ditambah lagi dengan keluarnya darah haidh.

Puasa tidak wajib bagi wanita haid atau nifas dan orang yang tidak berakal, seperti orang gila, idiot, dan lainnya. Sebagaimana tidak diwajibkannya shalat atas mereka. Orang yang fisiknya lemah seperti orang tua, orang sakit yang sakitnya tidak kunjung sembuh tidak wajib berpuasa meski mereka dibebankan untuk memberi makan satu orang miskin setiap hari sebanyak seperempat sha’ gandum berserta lauk pauknya.

Bagi Orang sakit, wanita hamil dan orang musafir jika puasa tidak menyulitkan mereka, maka mereka dianjurkan untuk tetap berpuasa, namun jika mereka merasa berat dan kesulitan maka dibolehkan untuk tidak berpuasa dan menggantinya dilain hari sebanyak hari yang ditinggalkannya.

Wanita haid dan nifas tidak wajib berpuasa. Mereka berdua tidak sah untuk berpuasa sampai keduanya suci walau sesaat sebelum waktu fajar tiba. Karena itu, wajib baginya untuk berpuasa serta sah meskipun mereka mandi setelah terbit fajar, dan mereka wajib mengqadha hari-hari yang ditinggalkan.

Jama’ah jum’at yang dirahmati Allah Swt ……

Jika siang hari ramadhan di hidupkan dengan puasa, maka malam harinya dihidupkan dengan shalat sunnah tarawih secara berjamaah di masjid-masjid Allah Swt, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,


“Barangsiapa menghidupi bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Semoga Allah memberikan taufik dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita mampu memanfaatkan momentum ramadhan tahun ini dengan sebaik-baiknya, dan kita berharap menjadi orang-orang yang dibebaskan dari neraka dan menjadi penduduk surga Allah Swt.

khutbah kedua



Jama’ah jum’at yang berbahagia...

Diantara manfaat positif yang dapat dirasakan oleh seorang hamba yang menjalankan ibadah puasa, adalah :

-          Melemahnya gejolak nafsu dan menjauhkan sifat sombong dan lalai yang dipicu oleh rasa kenyang.

-          Menjadikah hati lebih siap untuk berfikir dan berzikir.

-          Sungguh, orang kaya dapat lebih menyadari kenikmatan Allah atas dirinya, yang memicu munculnya rasa syukur yang mendalam terhadap nikmat Allah dan hatinya terpanggil untuk menolong saudaranya yang membutuhkan bantuannya.

-          godaan setan dan luapan emosi dan amarah akan menjadi sempit dan lemah akibat kurangnya suplai makanan ke pembuluh darah yang menjadi jalan bagi setan dalam tubuh manusia.

Kesempurnaan taqqarrub hamba kepada Allah Swt, dengan catatan meninggalkan semua bentuk pelanggaran dan hal-hal yang diharamkan oleh Allah setiap saat, seperti berdusta, kezhaliman, membunuh, mencuri dan merusak kehormatan orang lain. Untuk itu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,


“Barangsiapa yang belum dapat meninggalkan sumpah palsu dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.”

Sebagian salaf berkata, “Puasa yang paling ringan adalah menahan makan dan minum.”

Jabir berkata, “Jika Anda berpuasa, maka pendengaran, penglihatan serta lisanmu hendaklah berpuasa pula dari berkata dusta dan segala perbuatan yang haram. Janganlah Anda sakiti tetangga, dan hendaknya bisa bersikap tenang dan santun  di hari puasa, dan jangan sampai hari puasamu dan hari lainnya sama saja.”

Jama’ah jum’at yang dimuliakan Allah Swt......

Sebagian ulama membagi Orang yang berpuasa ke dalam dua tingkatan;

Pertama; Orang yang meninggalkan makan, minum serta meninggalkan syahwatnya karena Allah Ta’ala dan mengharapkan ridha-Nya, golongan ini akan mendapat balasan surga berserta kenikmatan-kenikmatan didalamnya berupa makanan, minuman dan bidadari-bidadari. Firman Allah Swt :

“(Kepada mereka dikatakan), ’Makan dan minumlah dengan nikmat disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu." (Al-Haaqah: 24)

Mujahid dan yang lainnya mengatakan, “Ayat ini turun atas orang-orang yang berpuasa.” Dan dalam Shahihain (Bukhari dan Muslim) disebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabada,

“Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayan. Hanya orang-orang yang berpuasalah yang boleh memasukinya pada Hari Kiamat.”

Kedua; Orang yang meninggalkan segala sesuatu selain Allah Swt. Dia menjaga kepala dan fikirannya, menjaga perut dan isinya, mengingat mati, kemusnahan dan akhirat serta meninggalkan kesenangan dunia, maka hari raya bagi mereka adalah ketika ia berjumpa dengan Allah dan kebahagiannya adalah ketika bisa memandangNya.

Allah Swt berfirman,

“Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang.” (Al-Ankabut: 5)

Dan firman Allah Swt dalam hadits qudsi “Setiap amalan anak Adam adalah miliknya, kecuali  puasa. Sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan langsung membalasnya”. Maknanya adalah seluruh amalan akan dilipatkangandakan dari 10 hingga 700 kali lipat, kecuali puasa. Ia tidak akan dilipatgandakan dengan bilangan-bilangan itu. Tetapi, Allah Swt akan melipatgandakan dengan jumlah yang sangat banyak, tanpa membatasi jumlahnya, karena puasa merupakan kesabaran.

Sebagian ulama mengatakan, sesunguhnya alasan penisbahan puasa kepada Allah Swt, karena puasa memaksa seseorang meninggalkan beberapa hak-hak jiwa dan syahwat seseorang, baik itu berupa makanan, minuman, bersetubuh, dan lainnya. Dan hal ini tidak terdapat dalam ibadah-ibadah lainnya.

Bulan Ramadhan tidak dapat dipisahkan Al qur’an sebab kedua memiliki hubungan yang erat bahkan sebagian ulama menyebut Ramadhan sebagai bulan Al qur’an. Imam Azzuhri berkata, “Sesunguhnya bulan ini untuk membaca Al-Qur’an dan memberi makan orang miskin.” Ibnu Abdul Hakam berkata, “Dahulu ketika Ramadhan tiba, Imam Malik menggantikan majelis ilmu bersama para ulama dan pembacan hadits dengan membaca Al-Qur’an atau mushaf.”

Ibadallah (wahai hamba Allah)…

 Bulan Ramadhan pula sebagai ajang latihan untuk berinfak dan banyak mendermakan harta. Disebutkan dalam Shahihain dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma ia berkata, “Rasulullah adalah manusia paling dermawan dalam kebaikan. Pada bulan Ramadhan beliau lebih dermawan lagi, sampai ia bertemu dengan Jibril. Jibril selalu mendatanginya pada malam bulan Ramadhan untuk mengajari Nabi  Al-Qur’an. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hendak menemui Jibril, beliau adalah sosok orang yang paling dermawan dalam kebaikan melebihi angin berhembus.”

Jamaah kaum muslimin yang dimuliakan Allah...

Ramadhan merupakan karunia terbesar Allah Swt kepada hambanya, marilah kita manfaatkan dengan bersungguh-sungguh dalam menjalankan puasa, mendirikan shalat-shalat sunnah, banyak membaca al qur’an, membantu orang-orang yang berpuasa. Dan berbagai ketaatan lainnya. Ya Allah, terimalah puasa kami dan qiyamul lail kami, dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

فاعلموا أن الله أمركم بأمر بدأ فيه بنفسه و ثنى بملائكته المسبحة بقدسه و ثلث بكم أيها المسلمون فقال عز من قائل إن الله و ملائكته يصلون على النبي يأيها الذين آمنوا صلوا عليه و سلموا تسليما. اللهم صل و سلم على نبينا محمد و عل آله و صحابته و من اهتدى بهديه و استن بسنته إلى يوم الدين. ثم اللهم ارض عن الخلفاء الراشدين المهديين أبي بكر و عمر و عثمان و علي و على بقية الصحابة و التابعين و تابع التابعين و علينا معهم برحمتك ي أرحم الرحمين.
اللهم إنا نسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك أو أنزلته في كتابك أو  علمته أحدا من خلقك أو استأثرته في علم الغيب عندك أن تجعل القرآن ربيع قلوبنا و نور صدورنا و جلاء أحزاننا و ذهاب همومنا و غمومنا
اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات و المؤمين و المؤمنات الأحياء منهم و الأموات.
اللهم أعز الإسلام و المسلمين و أهلك الكفرة و المشركين و دمر أعداءك أعداء الدين
اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا، و أصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا و أصلح لنا آخرتنا التي إليها معادنا و اجعل اللهم حياتنا زيادة لنا في كل خير و اجعل الموت راحة لنا من كل شر
اللهم أعنا على ذكرك و شكرك و حسن عبادتك
اللهم إنا نسألك الهدى و التقى و العفاف و الغنى و حسن الخاتمة
اللهم اغفر لنا و اوالدينا و ارحمهم كما ربونا صغارا
ربنا هب لنا من أزواجنا و ذرياتنا قرة أعين و احعلنا للمتقين إماما
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا و هب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
ربنا آتنا في الدنيا حسنة و في الآخرة حسنة و قنا عذاب النار
عباد الله إن الله يأمركم بالعدل و الإحسان و إيتاء ذى القربى و ينهى عن الفحشاء و المنكر و البغي يعظكم لعلكم تذكرون فاذكروا الله

Minggu, 01 Juli 2012

How to Fix Morals

|0 komentar
How to Fix MoralsVirtue, according to Muslim thinkers, referring to acts that cause mental condition or behavior spontaneously. It is said, people who have a mental helper, when looking at the difficulties experienced by others, will offer help spontaneously, without considering much or think about the pros and cons. Thus, morality refers to the mental attitude and behavior relationships consistently. What is the moral nature of man that can be changed? Jawabnyaadalah can. According to Al-Ghazali, morals can be changed and improved, because the soul of Man was made perfect, or rather in the process of being perfect. Therefore, iaselalu open and able to receive business updates and perbaikan.Al Ghazali adds, repairs must be done through education and training on the attitudes and constructive behaviors. Habituation is done through methods berbalik.Sebagai example, foolish nature must be changed with the spirit of studying, with a generous miser, humbly arrogant, and greedy with fasting. Initentu habituation process could not be doneinstantbut it takes time, struggle, and patience that. Ibn Maskawaih, in a bookTahdzub Al Akhlaqproposed a method of moral improvement through five ways. First, look for a good friend. Many people involved in crime because of the friendship. Second, if the thought. This activity is necessary for mental health, together with exercise for health. Third, maintaining the sanctity with self-respect not to follow the impulse of passion. Fourth, to maintain consistency between rencanabaik and action. Fifth, improve the quality yourself by studying the weaknesses diri.Di addition, the improvement of morals requires idealism, the commitment to always side with the good and true. Different moral improvement with improvements in other sectors. Moral improvement can not be represented as a decision to side with the good and true and it must come from our birth sendiri.Idealisme as it becomes more important, because the attraction in general good of the appeal was defeated by evil and worldly pleasures. Siding at the core of goodness as a moral teachings really need commitment and determination yangkuat that we can fight and control the appetites of lust.This is the real meaning of the Prophet SAW, fenced off by the difficulty of Heaven ‖-Difficulty, while hell is lined by pleasures. ‖regardless of the difficulties encountered, moral improvement must still we try. You see, religion is ultimately moral. In this perspective, seseorangtak be called if he did not have a certain religion. Rasulullah SAW said,‖ In fact I was not sent except to build a quality-moral qualities. ‖ (HR.Malik).Wallahua'lam
How to Fix MoralsVirtue, according to Muslim thinkers, referring to acts that cause mental condition or behavior spontaneously. It is said, people who have a mental helper, when looking at the difficulties experienced by others, will offer help spontaneously, without considering much or think about the pros and cons. Thus, morality refers to the mental attitude and behavior relationships consistently. What is the moral nature of man that can be changed? Jawabnyaadalah can. According to Al-Ghazali, morals can be changed and improved, because the soul of Man was made perfect, or rather in the process of being perfect. Therefore, iaselalu open and able to receive business updates and perbaikan.Al Ghazali adds, repairs must be done through education and training on the attitudes and constructive behaviors. Habituation is done through methods berbalik.Sebagai example, foolish nature must be changed with the spirit of studying, with a generous miser, humbly arrogant, and greedy with fasting. Initentu habituation process could not be doneinstantbut it takes time, struggle, and patience that. Ibn Maskawaih, in a bookTahdzub Al Akhlaqproposed a method of moral improvement through five ways. First, look for a good friend. Many people involved in crime because of the friendship. Second, if the thought. This activity is necessary for mental health, together with exercise for health. Third, maintaining the sanctity with self-respect not to follow the impulse of passion. Fourth, to maintain consistency between rencanabaik and action. Fifth, improve the quality yourself by studying the weaknesses diri.Di addition, the improvement of morals requires idealism, the commitment to always side with the good and true. Different moral improvement with improvements in other sectors. Moral improvement can not be represented as a decision to side with the good and true and it must come from our birth sendiri.Idealisme as it becomes more important, because the attraction in general good of the appeal was defeated by evil and worldly pleasures. Siding at the core of goodness as a moral teachings really need commitment and determination yangkuat that we can fight and control the appetites of lust.This is the real meaning of the Prophet SAW, fenced off by the difficulty of Heaven ‖-Difficulty, while hell is lined by pleasures. ‖regardless of the difficulties encountered, moral improvement must still we try. You see, religion is ultimately moral. In this perspective, seseorangtak be called if he did not have a certain religion. Rasulullah SAW said,‖ In fact I was not sent except to build a quality-moral qualities. ‖ (HR.Malik).Wallahua'lam

makna dari dari melakukan sujud syukur

|0 komentar
SUJUD SYUKUR

Sujud Sahwi :
Pengertian Sujud Sahwi, Sujud Sahwi adalah sujud karena lupa, maksudnya : sujud dua kali karena terlupa salah satu rukun shalat, baik kelebihan maupun kekurangan dalam
melaksanakannya.







Dari Abdullah bin Buhainah Al-Asdiy bahwasanya Rasulullah SAW pernah bangkit berdiri dalam shalat Dhuhur padahal mestinya duduk (attahiyyat awwal), maka setelah selesai shalat, dalam keadaan duduk sebelum salam beliau bersujud dua kali, dan beliau bertakbir pada tiap-tiap sujud dan para makmum juga mengerjakan sebagaimana yang dikerjakan beliau untuk mengganti duduk (attahiyyat) yang terlupa itu". [HR. Muslim 1 : 399].

Telah berkata Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah shalat 'Ashar menjadi imam bagi kami, lalu beliau salam setelah 2 raka'at, maka berdirilah (seorang shahabat yang panggilannya) Dzul-yadain dan bertanya: "Ya Rasulullah ! Apakah shalat ini diqashar atau engkau lupa ?"
Rasulullah SAW menjawab, "Semua itu tidak terjadi". Dia berkata : "Ya Rasulullah ! salah satu dari (dua) itu telah terjadi". Lalu Rasulullah SAW menghadap kepada para shahabat sambil bertanya, "Benarkah Dzulyadain ?". Jawab para shahabat, "Betul, ya Rasulullah". Kemudian Rasulullah SAW menyempurnakan shalat yang kurang itu, lalu sujud dua kali dengan duduk sesudah salam. [HR. Muslim 1 : 404]








Dari 'Imran bin Hushain bahwasanya Rasulullah SAW pernah shalat 'Ashar lalu salam pada raka'at ketiga, kemudian beliau masuk ke rumahnya. Maka seorang shahabat yang bernama Khirbaq (yang panjang dua tangannya) memanggil Rasulullah SAW sambil menceritakan kejadian itu, maka Rasulullah SAW keluar dengan marah sambil menyeret selendangnya hingga sampai kepada orang banyak, lalu bertanya, "Betulkah orang ini ?" Para shahabat menjawab, "Betul". Kemudian Rasulullah SAW shalat satu raka'at, lalu salam, kemudian sujud (Sahwi) dua kali kemudian salam (lagi). [HR. Muslim 1 : 404]



Telah berkata Abdullah : Rasulullah SAW pernah shalat bersama kami lima raka'at. Setelah selesai shalat, para shahabat berbisik-bisik diantara mereka. Maka Rasulullah SAW bertanya, "Ada apa kalian ?". Mereka menjawab, "Ya Rasulullah, apakah shalat ini ditambah ?". Rasulullah SAW menjawab, "Tidak". Para shahabat berkata, "Sesungguhnya engkau telah shalat lima raka'at". Maka Nabi SAW berpaling, lalu sujud dua kali kemudian salam. [HR. Muslim 1 : 402]

Rasulullah SAW bersabda :


Dan apabila seseorang diantara kalian syak (ragu-ragu) di dalam shalatnya, hendaklah ia pilih yang mendekati benar, lalu ia sempurnakan menurut pilihan itu. Kemudian hendaklah ia sujud dua kali. [HR. Muslim 1 : 400]


Dari Abu Sa’id Al-Khudriy, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang diantara kalian syak (ragu-ragu) di dalam shalatnya, yaitu ia tidak tahu apakah ia telah shalat tiga atau empat raka'at, maka hendaklah ia buang yang syak (ragu-ragu) dan kerjakan mana yang ia yaqini, kemudian hendaklah ia sujud dua kali sebelum salam. [HR. Muslim 1: 400]

Keterangan :

Dari hadits-hadits di atas dapat diambil pengertian sebagai berikut :

    Orang yang lupa tidak duduk Attahiyat Awwal, orang yang lupa pada raka'at kedua sudah salam padahal masih ada satu atau dua raka'at lagi yang seharusnya ia sempurnakan, maupun orang yang shalat kelebihan raka'at dari yang semestinya, maka orang tersebut supaya Sujud Sahwi dua kali.
    Sujud Sahwi itu memakai takbir
    Sujud Sahwi itu bisa dilakukan sebelum salam maupun sesudah salam. Dan apabila dikerjakan sesudah salam, maka setelah Sujud Sahwi lalu salam (lagi).
    Kalau kita syak (ragu-ragu) tentang raka'at shalat, hendaklah kita ambil yang yaqin, lalu kita sempurnakan
    Tidak ada bacaan yang khusus untuk Sujud Sahwi ini.



Sujud Syukur


Pengertian Sujud Syukur, Sujud Syukur ialah sujud terima kasih, yaitu sujud satu kali di waktu mendapat keuntungan yang menyenangkan atau terhindar dari kesusahan yang besar.



Dari Abu Bakrah, dari Nabi SAW bahwasanya beliau dahulu apabila mendapat khabar yang menyenangkan, atau diberi khabar gembira, beliau lalu menyungkur sujud untuk bersyukur kepada Allah". [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 89]

Sujud syukur adalahsujud ketika mendaptkan sebuah kebahagiaan, baik kebahagiaan lahir maupunbatin. sujud syukur hukumnya sunah. boleh dikerjakan sekalipun tidak memilikiwudu. tidak ada doa khusus dalam sujud syukur, tetapi kalau ada yang membacaAlhamdulilah hirabil alamin saat sujud syukur, tentu tidak bias disalahkankarena ucapan tersebut dinilai sebagai ucapan sujud syukur.

Nabi. SAW berabda, “ sesungguhnyajibril as mendatangaiku dan memberi kabar gembira kepada ku. jibril berkata “sesungguhnya Allah SWT berfirman, “ barang siapa yang shalawat kepadamu (mendoakanmu ), aku pun akan sholawat kepadanya, dan barang siapa mendoakankeselamatn kepadanya. ‘ maka aku (rasul) sujud kepada Allah SWT sebagai rasasyukur “ ( HR akhmad).

Abu Bakar ra berkata,”Apabila mendapatkan kegembiraan atau kebahagiaan, Rasul SAW langsung bersyujudsebagai tanda bersyukur kepada Allah.”
SUJUD SYUKUR

Sujud Sahwi :
Pengertian Sujud Sahwi, Sujud Sahwi adalah sujud karena lupa, maksudnya : sujud dua kali karena terlupa salah satu rukun shalat, baik kelebihan maupun kekurangan dalam
melaksanakannya.







Dari Abdullah bin Buhainah Al-Asdiy bahwasanya Rasulullah SAW pernah bangkit berdiri dalam shalat Dhuhur padahal mestinya duduk (attahiyyat awwal), maka setelah selesai shalat, dalam keadaan duduk sebelum salam beliau bersujud dua kali, dan beliau bertakbir pada tiap-tiap sujud dan para makmum juga mengerjakan sebagaimana yang dikerjakan beliau untuk mengganti duduk (attahiyyat) yang terlupa itu". [HR. Muslim 1 : 399].

Telah berkata Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah shalat 'Ashar menjadi imam bagi kami, lalu beliau salam setelah 2 raka'at, maka berdirilah (seorang shahabat yang panggilannya) Dzul-yadain dan bertanya: "Ya Rasulullah ! Apakah shalat ini diqashar atau engkau lupa ?"
Rasulullah SAW menjawab, "Semua itu tidak terjadi". Dia berkata : "Ya Rasulullah ! salah satu dari (dua) itu telah terjadi". Lalu Rasulullah SAW menghadap kepada para shahabat sambil bertanya, "Benarkah Dzulyadain ?". Jawab para shahabat, "Betul, ya Rasulullah". Kemudian Rasulullah SAW menyempurnakan shalat yang kurang itu, lalu sujud dua kali dengan duduk sesudah salam. [HR. Muslim 1 : 404]








Dari 'Imran bin Hushain bahwasanya Rasulullah SAW pernah shalat 'Ashar lalu salam pada raka'at ketiga, kemudian beliau masuk ke rumahnya. Maka seorang shahabat yang bernama Khirbaq (yang panjang dua tangannya) memanggil Rasulullah SAW sambil menceritakan kejadian itu, maka Rasulullah SAW keluar dengan marah sambil menyeret selendangnya hingga sampai kepada orang banyak, lalu bertanya, "Betulkah orang ini ?" Para shahabat menjawab, "Betul". Kemudian Rasulullah SAW shalat satu raka'at, lalu salam, kemudian sujud (Sahwi) dua kali kemudian salam (lagi). [HR. Muslim 1 : 404]



Telah berkata Abdullah : Rasulullah SAW pernah shalat bersama kami lima raka'at. Setelah selesai shalat, para shahabat berbisik-bisik diantara mereka. Maka Rasulullah SAW bertanya, "Ada apa kalian ?". Mereka menjawab, "Ya Rasulullah, apakah shalat ini ditambah ?". Rasulullah SAW menjawab, "Tidak". Para shahabat berkata, "Sesungguhnya engkau telah shalat lima raka'at". Maka Nabi SAW berpaling, lalu sujud dua kali kemudian salam. [HR. Muslim 1 : 402]

Rasulullah SAW bersabda :


Dan apabila seseorang diantara kalian syak (ragu-ragu) di dalam shalatnya, hendaklah ia pilih yang mendekati benar, lalu ia sempurnakan menurut pilihan itu. Kemudian hendaklah ia sujud dua kali. [HR. Muslim 1 : 400]


Dari Abu Sa’id Al-Khudriy, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang diantara kalian syak (ragu-ragu) di dalam shalatnya, yaitu ia tidak tahu apakah ia telah shalat tiga atau empat raka'at, maka hendaklah ia buang yang syak (ragu-ragu) dan kerjakan mana yang ia yaqini, kemudian hendaklah ia sujud dua kali sebelum salam. [HR. Muslim 1: 400]

Keterangan :

Dari hadits-hadits di atas dapat diambil pengertian sebagai berikut :

    Orang yang lupa tidak duduk Attahiyat Awwal, orang yang lupa pada raka'at kedua sudah salam padahal masih ada satu atau dua raka'at lagi yang seharusnya ia sempurnakan, maupun orang yang shalat kelebihan raka'at dari yang semestinya, maka orang tersebut supaya Sujud Sahwi dua kali.
    Sujud Sahwi itu memakai takbir
    Sujud Sahwi itu bisa dilakukan sebelum salam maupun sesudah salam. Dan apabila dikerjakan sesudah salam, maka setelah Sujud Sahwi lalu salam (lagi).
    Kalau kita syak (ragu-ragu) tentang raka'at shalat, hendaklah kita ambil yang yaqin, lalu kita sempurnakan
    Tidak ada bacaan yang khusus untuk Sujud Sahwi ini.



Sujud Syukur


Pengertian Sujud Syukur, Sujud Syukur ialah sujud terima kasih, yaitu sujud satu kali di waktu mendapat keuntungan yang menyenangkan atau terhindar dari kesusahan yang besar.



Dari Abu Bakrah, dari Nabi SAW bahwasanya beliau dahulu apabila mendapat khabar yang menyenangkan, atau diberi khabar gembira, beliau lalu menyungkur sujud untuk bersyukur kepada Allah". [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 89]

Sujud syukur adalahsujud ketika mendaptkan sebuah kebahagiaan, baik kebahagiaan lahir maupunbatin. sujud syukur hukumnya sunah. boleh dikerjakan sekalipun tidak memilikiwudu. tidak ada doa khusus dalam sujud syukur, tetapi kalau ada yang membacaAlhamdulilah hirabil alamin saat sujud syukur, tentu tidak bias disalahkankarena ucapan tersebut dinilai sebagai ucapan sujud syukur.

Nabi. SAW berabda, “ sesungguhnyajibril as mendatangaiku dan memberi kabar gembira kepada ku. jibril berkata “sesungguhnya Allah SWT berfirman, “ barang siapa yang shalawat kepadamu (mendoakanmu ), aku pun akan sholawat kepadanya, dan barang siapa mendoakankeselamatn kepadanya. ‘ maka aku (rasul) sujud kepada Allah SWT sebagai rasasyukur “ ( HR akhmad).

Abu Bakar ra berkata,”Apabila mendapatkan kegembiraan atau kebahagiaan, Rasul SAW langsung bersyujudsebagai tanda bersyukur kepada Allah.”

manfaat dari gerakan sholat

|0 komentar
manfaat dari gerakan sholat

Selama ini shalat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudhu ( bersuci ), gerakan shalat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam yang kedua ini.

Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing. Misalnya:

Takbiratul Ihram
Posisi: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
manfaat:Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar tlinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancer ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancer. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Ruku'
Posisi: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
manfaat:Ruku’ yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot- otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.

I’tidal
Posisi: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
manfat:Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat I’tidal dilakukan, organ- organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan pencernaan.

Sujud
Posisi: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
manfaat:Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posis jantung di atas otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Duduk di antara sujud
Posisi: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
manfaat:Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

Salam
Posisi: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
manfaat:Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.

Gerakan sujud tergolong unik. Sujud memiliki falsafah bahwa manusia meneundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang di dalami Prof. Soleh, gerakan ini mengantarkan manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinu dapat memicu peningkatan kecerdasan seseorang.

Setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Darah tidk akan memasuki urat saraf di dalam otak melainkan ketika seseorang sujud dalam shalat. Urat saraf tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini berarti, darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti waktu shalat, sebagaimana yang telah diwajibkan dalam Islam.

Riset di atas telah mendapat pengakuan dari Harvard University, Amerika Serikat. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan diri masuk Islam setelah diamdiam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud. Di samping itu, gerakan-gerakan dalam shalat sekilas mirip gerakan yoga ataupun peregangan (stretching). Intinya, berguna untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan shalat dibandingkan gerakan lainnya adalah di dalam shalat kita lebih banyak menggerakkan anggota tubuh, termasuk jari- jari kaki dan tangan.

Sujud adalah latihan kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

Masih dalam posisi sujud, manfaat lain yang bisa dinikmati kaum hawa adalah otot-otot perut (rectus abdominis dan obliqus abdominis externus) berkontraksi penuh saat pinggul serta pinggang terangkat melampaui kepala dan dada. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lebih lama yang membantu dalam proses persalinan. Karena di dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami, otot ini justru menjadi elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan dan mempertahankan organ- organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

Setelah melakukan sujud, kita melakukan gerakan duduk. Dalam shalat terdapat dua jenis duduk: iftirosy (tahiyat awal) dan tawaru’ (tahiyat akhir). Hal terpenting adalah turut berkontraksinya otot- otot daerah perineum. Bagi wanita, di daerah ini terdapat tiga liang yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat tawarru’, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

Pada dasarnya, seluruh gerakan shalat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung dengan lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

manfaat dari semua sholat dapat menyembuhkan penyakit:

PACU KECERDASAN
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof . Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa? Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry , AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

PERINDAH POSTUR
Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching) . Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan. Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

MUDAHKAN PERSALINAN
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

MEMPERBAIKI KESUBURAN
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi! ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.
manfaat dari gerakan sholat

Selama ini shalat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudhu ( bersuci ), gerakan shalat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam yang kedua ini.

Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing. Misalnya:

Takbiratul Ihram
Posisi: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
manfaat:Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar tlinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancer ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancer. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Ruku'
Posisi: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
manfaat:Ruku’ yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot- otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.

I’tidal
Posisi: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
manfat:Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat I’tidal dilakukan, organ- organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan pencernaan.

Sujud
Posisi: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
manfaat:Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posis jantung di atas otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Duduk di antara sujud
Posisi: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
manfaat:Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

Salam
Posisi: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
manfaat:Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.

Gerakan sujud tergolong unik. Sujud memiliki falsafah bahwa manusia meneundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang di dalami Prof. Soleh, gerakan ini mengantarkan manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinu dapat memicu peningkatan kecerdasan seseorang.

Setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Darah tidk akan memasuki urat saraf di dalam otak melainkan ketika seseorang sujud dalam shalat. Urat saraf tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini berarti, darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti waktu shalat, sebagaimana yang telah diwajibkan dalam Islam.

Riset di atas telah mendapat pengakuan dari Harvard University, Amerika Serikat. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan diri masuk Islam setelah diamdiam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud. Di samping itu, gerakan-gerakan dalam shalat sekilas mirip gerakan yoga ataupun peregangan (stretching). Intinya, berguna untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan shalat dibandingkan gerakan lainnya adalah di dalam shalat kita lebih banyak menggerakkan anggota tubuh, termasuk jari- jari kaki dan tangan.

Sujud adalah latihan kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

Masih dalam posisi sujud, manfaat lain yang bisa dinikmati kaum hawa adalah otot-otot perut (rectus abdominis dan obliqus abdominis externus) berkontraksi penuh saat pinggul serta pinggang terangkat melampaui kepala dan dada. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lebih lama yang membantu dalam proses persalinan. Karena di dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami, otot ini justru menjadi elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan dan mempertahankan organ- organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

Setelah melakukan sujud, kita melakukan gerakan duduk. Dalam shalat terdapat dua jenis duduk: iftirosy (tahiyat awal) dan tawaru’ (tahiyat akhir). Hal terpenting adalah turut berkontraksinya otot- otot daerah perineum. Bagi wanita, di daerah ini terdapat tiga liang yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat tawarru’, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

Pada dasarnya, seluruh gerakan shalat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung dengan lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

manfaat dari semua sholat dapat menyembuhkan penyakit:

PACU KECERDASAN
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof . Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa? Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry , AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

PERINDAH POSTUR
Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching) . Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan. Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

MUDAHKAN PERSALINAN
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

MEMPERBAIKI KESUBURAN
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi! ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.